Omnibus Law: Negara Congkak, Buruh Melawan

0
72
Swararakyat media

Oleh: Nurbani Yusuf

KLIKMU.CO

Omnibus law. Omni bus adalah jenis kendaraan kali pertama di negara Prancis yang bisa mengangkut semuanya. Penumpang yang banyak, berikut semua barang, semua bisa masuk dan muat. Itulah bus jenis omni pengangkut berbagai jenis keperluan. Termasuk perut yang bisa makan semua juga disebut omni.

Omnibus law adalah satu paket hukum yang memuat banyak undang-undang. Atau satu paket undang-undang yang di dalamnya membuat atau melingkupi berbagai undang-undang terkait. Jadi, betapa rumitnya karena harus menyinkronkan ribuan pasal dalam satu kemasan.

Saya bisa membayangkan betapa rumitnya pengajuan satu RUU Omnibus Law. Terutama menyusun RUU-nya. Misalnya, satu omnibus law itu akan diberi nama ‘Cipta Lapangan Kerja’. Lebih dari 7 UU berada dalam satu bus itu. Total berisi lebih dari 1.000 pasal.

Lepas dari pro-kontra, omnibus law sebenarnya adalah kerja besar, kerja hebat yang genius, meski di sana-sini banyak tumpang-tindih dan overlap, belum lagi tentang siapa yang ada di balik layar. Sebab, lazimnya hukum dibuat untuk melindungi dan menjaga harmoni berbagai lapis kelompok presure. Sebut saja para cukong, para preman, para politisi, penguasa, dan segala yang mengitari.

Nahh, omnibus law itu apakah representasi ‘negara congkak’ atau ‘konsolidasi’ ketika negara tak mampu melakukan ekspansi— sampai di sini maka semua sedang diuji. Saya yakin Jokowi sudah menghitung risiko politik akibat omnibus law yang sarat beban itu, termasuk risiko ambruk karena jatuh oleh lawan politik.

Rezim ini ‘berani mati’ saya bilang, dan tak takut kehilangan takhta, apalagi jabatan —dan itu mungkin yang saya bilang keren. Tak banyak negara yang berani pakai fasilitas omnibus law, termasuk Amerika dan Inggris, tapi Indonesia sangat berani meski dengan risiko besar.

Taruhannya sangat besar: sukses belum tentu dipuji, tapi hujatan dan caci maki sudah pasti, dengan risiko jatuh atau terguling. Sebab, sejatinya paket omnibus law sedang membuka berbagai pintu masuk bagi oposisi untuk melawan.

Betapa susahnya memimpin di sebuah negeri yang elite dan rakyatnya rewel dan banyak mau. Diperlukan keahlian tingkat dewa untuk sekadar menyinkronkan di sebuah forum yang hanya dihadiri 11 atau 12 orang pakar, lantas bagaimana menjelaskan omnibus law kepada sekitar 219 juta orang lebih penduduk Indonesia dalam satu paket hemat. Tapi itulah pekerjaan seorang presiden, jadi silakan dinikmati apa adanya.

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

Nurbani Yusuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here