Orang Muhammadiyah Itu Tidak Kerasan 24 Jam Berdiam Diri di Rumah, Maksudnya?

0
1535
Full Team : Segenap Pengurus Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. ( Foto: Habibie)

KLIKMU.CO-Kristenisasi diera demokrasi luar biasa masifnya, sekarang seolah semua bebas tanpa batas dan ketidakberdayaan kita di daerah kristenisasi itu memang soal keistiqomahan muballigh.

“Betapun kemudian tantangan dakwah kita tidak semakin sempit tetapi semakin luas sekali. Muhammadiyah itu disatu sisi kerap disebut gerakan wahabi tetapi kemudian terbukti dengan desertasinya Alwi Shihab kita ini tidak, tetapi bahwa keberhasilan Muhammadiyah dalam membendung arus krestenisasi itu sudah diakui. Nah, siapa yang bertugas itu? Tanya Nadjib Hamid kepada peserta bimbingan teknik (Bimtek) Da’i Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Hotel Gunawangsa MERR Surabaya. Rabu (28/11)

Jadi, kata pak Nadjib-sapaan akrabnya.

“Saya ini disambati beberapa kawan yang didaerah itu mas kalau kita ini pengajian hanya pengajian mengundang kiai hanya
hinggap kesana hinggap kemari, tidak bisa mengatasi kristenisasi, butuh kiai atau dai yang mau menjadi mukimin disitu. Ciri orang Muhammadiyah itu kan metropolis, jarang yang kerasan dirumah 24 jam, saya yakin pak samsun tidak kerasan dirumah 24 jam,” selorohnya.

“Orang Muhammadiyah itu, sambungnya, secara ilmu memadai kenapa gagal memgembangkan pesantren? karena orang Muhammadiyah itu metropolis, pesantren itu butuh ditongkrongi 24 jam, termasuk berdakwah di kawasan kristenisasi. Orang Muhammadiyah kader muda yang mau disana, nongkrongnya disana kalau bisa dikawinkan disana, tinggal disana dan membendung arus kristenisasi. Saya sudah ketemu sama orang yang siap membantu kesejahtraan sebesar minimal UMR siapa saja yang mau berdakwah dikawasan kristenisasi disana tetapi menetap disana,” katanya.

“Saya disambati orang diblitar selatan misalnya, Universitas-Universitas Kristen di Surabaya ini sering menitipkan mahasiswanya 2-3 bulan yang tugasnya untuk membantu, apa saja dibantu kalau tanam ya tanam, kalau nyangkul ya mereka nyangkul, waktunya panen ya panen apa saja mereka lakukan untuk membantu, Siapa yang bisa menjamin seseorang tidak akan melepas aqidahnya, itu saya kira yang belum bisa menjawab tantangan itu.

Saya sangat apresiatif sekali terhadap LDK yang menangani anak-anak yang tidak terurus, anak punk dan lainnya bukan mereka malarat ada juga yang anaknya orang kaya, saya setuju fokus tidak usah nangani banyak-banyak kalau banyak-banyak malah tidak tertangani semua lebih baik dibikin beda-beda, kalau dijawa timur ada 38 kabupaten kota yang ditangani beda-beda dan itu khusus semua, khusus didaerah itu cukup satu saja,” tambahnya.

Selain kristenisasi adalah ladang dakwah di lingkungan penjara, siapa yang bisa nangani itu, beberapa ibu-ibu Aisyiyah menangani itu lebih sporadis karena hanya punya inisiatif belum termasuk gerakan yang masif. Kawan-kawan penjara sering mengeluh. Mas, orang islam dipenjara itu Kalau hari natalan mereka mendapatkan banyak kiriman, tapi kalau idul fitri mereka banyak diceramahi, dakwahnya diceramahi, ini masukan bagi kawan-kawan LDK,” katanya..(Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here