Orang yang Hidup Tanpa Alquran Seperti di Padang Pasir Tanpa Kompas

0
319
Solidaritas dan Waspada: Muhammad Jemadi, MA Sekretaris Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Kota Surabaya. (Foto: Mulyanto)

KLIKMU.CO – “Ke kebun memetik mangga, Naik kereta sambil baca koran, Ayah bunda pasti bangga, Punya putra ahli quran. Jalan jalan ke kota bersama Arga, Petik belimbing di kebun pak Hafidz, Kalau ingin pakai mahkota di surga, Bimbinglah putra putri jadi hafidz.”

Dua bait pantun tersebut mengawali sambutan M. Jemadi, MA Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya dalam acara Wisuda Tahfidzul Quran Angkatan V SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya di The Millennium Building (TMB), Selasa (2/5) siang.

Di hadapan 180 Hafidz-hafidzah junior dan orangtua masing-masing itu, Pak Je, demikian panggilan akrabnya, juga menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terselenggaranya acara tersebut sebagai bekal berharga bagi generasi-generasi Islam di masa depan.

“Saya tidak khawatir lagi, karena insyaallah 10-20 tahun lagi, Muhammadiyah akan tetap ada karena kita menyaksikan anak-anak yang hebat dan luar biasa. Mari, kita bimbing anak-anak yang akan membanggakan kita kelak di surga,” ujar mantan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya itu.

Sembari menyitir hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim tentang perumpamaan orang-orang yang mencintai Alquran dengan membaca dan menghafalnya memiliki kedudukan sejajar dengan para malaikat Allah, Pak Je juga mewanti-wanti orangtua agar mengutamakan dalam menjaga akhlaq anak.

“Kita ini semakin khawatir dengan adanya narkoba dan kejahatan-kejahatan yang sistemik yang dilakukan oleh orang-orang jahat. Mari kita bentengi anak-anak kita dengan Alquran. Saya berpesan pondasi yang sudah kita tata bersama jangan sampai roboh,” tandasnya.

Sekretaris DPW Asosiasi Guru PAI (AGPAI) Jatim itu menambahkan bahwa dengan mencintai Alquran hidup manusia akan dimuliakan oleh Allah. Menurutnya, tidak ada manusia yang mencintai Alquran dan mengamalkan ajarannya lantas hidup manusia itu susah, tetapi pasti bahagia dunia akhirat.

“Ada yang bilang kalau fokus hanya menghafal Alquran tidak bisa kuliah ke kampus-kampus terkenal. Justru kebalikannya, banyak lantaran menghafal Alquran para remaja dan pemuda Islam diterima di kampus-kampus terkenal. Orang yang hidup tanpa Alquran seperti orang yang berada di padang pasir dan kehilangan kompas,” pungkasnya.

Selain Pak Je, juga hadir di acara bertajuk ‘Mulia Bersama Alquran’ itu Edy Susanto, M.Pd. Kepala Sekolah, serta Muhammad Syaikhul Islam, MHI dan Marsudidono, S.Si. Wakil Kepala Sekolah. Hadir pula Kenia Syifa Kirana alumni Sekolah Teladan Nasional tersebut yang juga seorang hafidzah memeberikan motivasi kepada wisudawan dan wisudawati. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here