Ormas Islam Surabaya: Jangan Berdalih Pelakunya Orang Gila kalau Ulama yang Ditusuk

0
11601
Beredar foto penampakan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. (istimewa)

KLIKMU.CO – Ormas Islam Surabaya turut mengecam peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber di Masjid Falahudin Bandar Lampung, Ahas (13/9).

“Usut dalang dan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sampai akar-akarnya,” tegas Koordinator Ormas Islam Surabaya M. Arif An kepada KLIKMU.CO, Senin (14/9).

Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber merupakan pendakwah dan ulama berkewarganegaraan Indonesia. Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan kerap menjadi dai dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional. Peristiwa penusukan itu terjadi saat memberikan ceramah di Masjid Falahudin Bandar Lampung.

Arif An menambahkan, pihaknya turut prihatin atas tragedi penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber saat. Apa pun motifnya, kata dia, perbuatan tersebut sangat tercela dan bertentangan dengan ajaran agama. Tindakan ini tidak dibenarkan semua agama.

“Aparat kepolisian harus mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menangkap dalang pelaku penusukan. Sehingga menjadi terang benderang dan tidak menimbulkan spekulasi publik yang bermacam-macam. Jangan sampai kami diberi pemahaman sesat kalau ulama yang ditusuk orang gila pelakunya, sedangkan kepada Bapak Wiranto dikatakan Islam radikal dan lain-lain,” kecamnya.

Dia mengimbau umat Islam agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Serahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib,” tegas sekretaris PDM Kota Surabaya itu.

“Tetap kawal proses hukum sampai tuntas tas tas tas. Jangan ada kesimpulan orang gila. Kita kawal kasus ini sampai selesai,” paparnya.

Arif An mendoakan supaya Syekh Ali Jaber tetap sabar dan tetap semangat dalam berdakwah menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin dan semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

“Melihat dengan banyaknya kasus yang sama, aparat jangan lepas tangan dengan dalih pelakunya orang gila,” tegasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here