Pahlawan Pandemi Jadi Tajuk Lomba Puisi Agustusan di Sekolah Muven

0
272
Para siswa ikut lomba puisi daring di SMP Muhammadiyah 11. (Tangkapan layar Fikri/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kegiatan yang pada umumnya diselenggarakan selama Agustus adalah beragam lomba. Namun, untuk mematuhi protokol kesehatan, lomba-lomba tersebut tidak bisa diadakan seperti biasanya. Hal itu pula yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya.

Sekolah berjuluk Muhammadiyah Eleven (Muven) itu mengadakan beragam lomba secara daring pada Senin-Rabu (10-12/8). Lomba tersebut adalah membuat poster, menyanyi lagu nasional, membaca Al-Qur’an, membaca berita berbahasa Inggris, membuat vlog, dan membaca puisi.

Puisi yang dibacakan para peserta bertema pahlawan pandemi. Terdapat enam pilihan naskah yang diberikan oleh panitia. Puisi-puisi tersebut antara lain “Demi Raga yang Lain” karya Eka Gustiwana, “Guruku yang Mulia” karya Yuli Meynar Pratiwi, dan “Polisi Pahlawanku” karya Ahmad Ghani. Tiga puisi lainnya adalah “Prajurit Roda Dua” karya Tegar Perkasa, “Tenaga Medis Pahlawan” karya Yona Wahyudi, dan “Untukmu Para Pejuang Medis” karya Muhammad Sarmuji. Juri pada kegiatan tersebut adalah guru bahasa Indonesia di Muven, yakni Fikri Fachrudin SPd dan Suhartini MPd. Para peserta mengirim video membaca puisi ke dua juri tersebut.

Kepala SMPM 11 Arief Himawan SPdI mengatakan bahwa kegiatan Agustusan kali ini tetap diadakan bukan tanpa alasan. “Kegiatan ini sebagai bentuk aktualisasi diri dan penyaluran bakat siswa. Kegiatan ini juga tidak mengurangi makna peringatan hari kemerdekaan pada masa seperti ini,” ujarnya.

Ketua Panitia M. Fatkhi Ramadhan SPd menyatakan bahwa pada masa sekarang ada sejumlah orang yang bisa dikatakan sebagai pahlawan pandemi. “Di antaranya adalah tenaga medis, guru, polisi, dan pengemudi ojek daring. Merekalah yang tetap berjuang memberikan pelayanan ke masyarakat. Karena itu, kami memilih tema puisi pahlawan pandemi,” ucap guru penjaskes tersebut.

Ketika ditanya kontributor Klikmu usai mengirim video, siswi kelas 8-D Niken Salsabilah Putri mengaku senang. “Saya senang karena suka membaca puisi. Saya juga dapat melatih diri untuk lebih percaya diri. Saya memilih puisi Tenaga Medis Pahlawan karena sesuai kondisi saat ini,” tutur siswi kelahiran 18 Juni 2006 itu. (Fikri Fachrudin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here