Pak Kunarso, Selamat Jalan

0
94
Diambil dari facebook

Obituari Ketua Lazismu Kalimantan Timur

Oleh: Prof Dr Hilman Latief PhD *)

KLIKMU.CO

Dalam dua bulan terakhir, saya memang sangat intensif melakukan kordinasi dengan pimpinan Lazismu di seluruh Indonesia, khususnya dengan ketua wilayah Lazismu di berbagai provinsi. Hampir setiap minggu dan bahkan seminggu bisa dua atau tiga kali, dengan topik koordinasi yang berbeda.

Di era pandemi seperti saat ini, Lazismu memang mendapatkan tugas yang sangat padat dan cukup menyita energi. Banyak program yag harus kami jalankan, khususnya ketahanan pangan yang terus kami gelorakan secara nasional, sampai memasuki Ramadhan dan Idul Fitri dan dipungkasi dengan Hari Raya Kurban.

Tak hanya itu, saya juga harus terus memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana secara nasional di berbagai provinsi. Agenda besar lainnya juga terus kami pantau, yaitu proses persiapan audit keuangan Lazismu secara nasional yang meliputi ratusan kantor layanan. Tak heran pertemuan Zoom bisa berlangsung beberapa kali seminggu, untuk Lazismu saja. Orangnya sama, agendanya berganti-ganti.

Pak Kunarso adalah ketua Lazismu Kalimantan Timur. Ia kerap hadir dalam pertemuan penting Lazismu sejak beberapa tahun lalu. Memasuki masa pandemi ini, beliau masih rajin hadir dan melaporkan perkembangan Lazismu di wilayah “kekuasaannya”, Kalimantan Timur. Ia termasuk sosok yang komitmennya tinggi. Di usianya yang tidak muda lagi, ia semangat untuk belajar dan mengerti bahwa mengelola zakat saat ini tidak sama dengan ketika ia masih muda. Zakat harus lebih tertib pendataannya, pengelolaannya, dan pelaporannya. Ia selalu berusaha untuk bisa memenuhi seluruh persyaratan yang diminta oleh Lazismu Pusat.

Sayang sekali, kendati saya dua atau tiga kali ke Kalimantan Timur tahu lalu, tetapi saya hanya tertambat di Balikpapan, belum sempat mampir ke Kantor Lazismu Kaltim di Samarinda. Saya paling hanya telepon beliau kalau ke Balikpapan, dan mohon maaf karena saya belum bisa mampir ke Samarinda, dan menjanjikan untuk melihat kantor Lazismu Kaltim di Samarinda.

Saya belum sempat berkunjung ke kantor Lazismu Kaltim, satu-satunya Kantor Perwakilan Provinsi di Kalimantan yang belum saya kunjungi, sementara Kalbar, Kalsel, dan Kalteng pernah saya kunjungi, semua di tahun 2019 silam. Biasanya, kunjungan singkat saya hanya untuk silaturahim dan sekaligus memberikan semangat kepada teman2 amil Lazismu di provinsi. Tugas saya memang itu.

Dalam rangka mengakselerasi proses audit keuangan Lazismu se-Indonesia dengan ratusan kantor, saya memang meminta kordinasi tiga hari sekali untuk mengetahui progres perkembangan laporan keuangan.

Beberapa kali pertemuan online, beliau Pak Kunarso selalu hadir. Bahkan minggu lalu pun sempat hadir. Kecuali pertemuan yang terakhir, beliau pamit dan dikabarkan sedang sakit, kemudian mewakilan kepada pimpinan lainnya.

Dalam pertemuan selanjutnya, pengurus Lazismu Kaltim memberikan kabar mengejutkan. “Mohon maaf, kami belum bisa memberikan laporan keuangan lanjutan (terbaru), karena kami tidak dapat memasuki kantor. Ketua kami positif terkena Covid-19 dan staf amil yang lain pun harus dikarantina.”

Sungguh kaget mendengar berita ini. Tak lama setelah itu, Pak Kunarso, sang ketua yang sedang isolasi diri karena dinyatakan positif, mengirimkan WA kepada saya. Isinya demikian.

KUNARSO: Selamat ‘Idul ‘Adha 1441 Hijriyah, dengan ikhlas kita saling memaafkan, teriring do’a saya dari Ruang Isolasi Seruni RS-AWS Samarinda untuk Bapak, Ibu dan Saudara semuanya : Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita. Aamiin. Maaf, untuk Lazismu Kaltim sedang dalam kesulitan utk pengisian form Survey dan pelaporan.. Harap maklum.

SAYA jawab: “Baik tadz. Semoga segera pulih ya…tetap semangat, berpikir positif dan optimis. Insya allah dalam waktu dekat Pak Kunarso pulih…dan SEGERA MENGGEMBIRAKAN LAZISMU KALTIM lagi. Amien. SYAFAKALLAH”

KUNARSO: “Aamiin, terimakasih Prof. atas perhatian dan do’anya. Dua orang staf kami yg diharapkan mendukung persiapan audit juga perlu isolasi mandiri.”

Itulah percakapan saya dengan beliau, sehari sebelum saya mendengar kabar yang lebih mengejutkan dan terasa terlalu cepat, bahwa beliau wafat.

Sebagai salah satu amil “model lama”, beliau sangat hati-hati dengan dana zakat. Bahkan, beberapa kali perjalanan ke Jakarta atau Yogyakarta, tidak pernah menggunakan dana amil. “Takut,” katanya kepada saya. Saya jelaskan bahwa anda tidak perlu takut mengggunakan dana yang ada asal sesuai dengan kepentingannya, karena sudah ada alokasi dana untuk mendukung kegiatan amil, termasuk transpor dan bekalnya. Yang tidak boleh adalah, anda menggunakan dana amil bukan untuk keperluan Lazismu. Saya melihat beliau sangat polos dalam hal ini.

Tentu, dalam tiga tahun terkahir, banyak yang telah beliau perjuangkan bersama Lazismu di Kaltim. Mudah-mudahaan amal ibadah beliau diterima Allah Swt dan mimpi beliau untuk dapat diaudit akuntan publik tahun ini bisa diwujudkan oleh penerusnya. Selamat jalan, Pak Kunarso…

*) Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here