Pak Maskur, Penggagas Pengkaderan Keluarga Itu Berpulang

0
976
Almarhum Mochammad Maskur semasa hidup bersama istri dna anak-anaknya. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Duka bagi Muhammadiyah belum mereda. Kali ini Muhammadiyah Surabaya kehilangan salah satu aktivis terbaiknya. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung Drs H Mochammad Maskur meninggal dunia Kamis siang tadi (25/2/2021).

“Rasanya belum selesai ucapan duka, datang lagi ucapan duka berikutnya. Sekitar jam 14.15, saya selaku Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya dan Ketua MCCC Surabaya ketika mengangkat telepon dari Bu Shohifah, istri Bapak Maskur, yang juga Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya langsung lemas begitu dikabai bahwa Pak Maskur meninggal dunia.”

Demikian kabar duka disampaikan Sekretaris PDM Kota Surabaya M. Arif An kepada Klikmu.co. Arif An mengatakan, sebelumnya dirinya dikabari bahwa paginya sang istri WA bahwa kondisi almarhum kritis. Seluruh warga Muhammadiyah pun bersama-sama mendoakan kesembuhan almarhum.

Bapak Pengkaderan Keluarga

Arif An kenal dekat dengan almarhum Mochammad Maskur. Ia menjulukinya sebagai Bapak Pengkaderan Keluarga.

“Pak Maskur itu aktivis Muhammadiyah sejati. (Dulu, red) aktif di Pemuda Muhammadiyah mulai cabang sampai wilayah. Ketika menjadi Ketua Majelis Kader PDM Kota Surabaya, beliau menggagas pengkaderan keluarga,” terangnya.

Terkait pengkaderan keluarga, Arif An mengisahkan, almarhum merasa gelisah banyak anaknya aktivis Muhammadiyah yang tidak bisa mengikuti jejak orang tuanya menjadi kader Muhammadiyah.

“Malah ada yang memusuhi Muhammadiyah,” ujar Arif An yang pada 2008 pernah bareng almarhum berangkat haji. “Saat itu beliau menjabat sebagai ketua rombongan haji,” tambahnya.

Arif An menegaskan, komitmen almarhum agar keluarga Muhammadiyah bisa menjadi bagian dari aktivis Muhammadiyah harus diteruskan. “Salah satunya, beliau sendiri membuktikan mulai istri Shohifah yang menjadi sekretaris PDA Kota Surabaya. Kemudian kedua anaknya Fuad sebagai mantan Ketum PC IMM Kota Surabaya dan Muflih mantan Ketua PD IMM Kota Surabaya,” katanya.

Karena itu, meninggalnya  adalah kehilangan yang luar biasa. Banyak pekerjaan rumah di PCM Wiyung yang belum diselesaikan. Sebab, almarhum sebagai ketua PCM punya program sentralisasi keuangan.

“Sehingga banyak AUM berdiri di PCM Wiyung karena dengan sistem keuangan terpusat banyak membantu AUM yang lemah dan pendirian AUM baru,” katanya.

“Selamat jalan, Pak Maskur. Doa kami untukmu kader terbaik Muhammadiyah,” tutup mantan Ketua Karang Taruna Kota Surabaya itu. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here