Pancasila Adalah Ideologi yang Mengikat Seluruh Rakyat dan Komponen Bangsa

0
231
Sosialisasi dan Penguatan Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Wasy Syahadah kerja sama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Aula DPRD Manado.

KLIKMU.CO, Manado – Kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Wasy Syahadah kerja sama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) kembali diadakan Sabtu (26/10). Kali ini bertempat di Aula DPRD Manado, Sulawesi Utara. Para peserta terdiri atas Kader Instruktur Muhammadiyah.

Acara dihadiri Sekretaris PW Muhammadiyah Sulawesi Utara Nasri Sakamole dan pengurus MPK PDM Se-Sulawesi Utara. Sedangkan narasumber adalah Koordinator Tim Kerja Faozan Amar, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah Faiz Rafdhi, Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim, dan Untung Cahyono dari Biro Organisasi PP Muhammadiyah. Acara dipandu Muthoharun Jinan, sekretaris MPK PP Muhammadiyah.

Nasri mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena tantangan kebangsaan kita ke depan semakin kompleks. “Bagaimana agar organisasi besar seperti Muhammadiyah ini terus memberikan pencerahan tentang pentingnya menguatkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,” ujar Nasri.

Untung Cahyono menambahkan, seharusnya tidak ada lagi perdebatan Pancasila, karena Pancasila mengandung ciri keislaman dan keindonesiaan yang memadukan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan (humanism religious). “Pancasila adalah ideologi yang mengikat seluruh rakyat dan komponen bangsa,” ujar Untung.

Adapun menurut Delmus, rasa semangat nasionalisme yang terkandung dalam Pancasila bukan menghasilkan satu identitas yang sama, tapi bagaimana agar identitas lain muncul namun tetap dalam bingkai persatuan Indonesia. “Ada kearifan lokal yang harus dihargai,” terangnya.

Sementara itu, Faiz Rafdhi mengatakan, konsep Darul Ahdi Wasy Syahadah adalah hasil muktamar. Maka dari itu harus terus digelorakan di kalangan kader, terutama para instruktur, karena sesuai dengan Kepribadian Muhammadiyah. “Pehamaman dan nilai-nilai Itu bisa masuk dalam kegiatan pengkaderan seperti Baitul Arqam atau bahkan pengajian. MPK siapkan instruktur penggerak Pancasila,” kata Faiz.

Faozan Amar mengamini bahwa sejatinya tugas kader instruktur di tingkat wilayah, daerah, maupun cabang adalah menyosialisasilkan hasil Muktamar Ke-48 Muhammadiyah Tahun 2015 tentang Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wasy Syahadah. “Dan itu bisa dimulai dari diri sendiri seperti kata nabi ibdak binafsi. Daripada menunggu instruksi pimpinan, mari kita menjadi tauladan,” tutur Faozan disambut tepuk tangan peserta. (FS/FA/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here