Pandemi, Para Siswa Jalani Bulan Imunisasi Anak Sekolah Sesuai Protokol

0
120
Ibu Lina memberikan vaksin kepada siswa kelas 1. (Zuly/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Imunisasi adalah proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut. Imunisasi bertujuan untuk membangun kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit dengan membentuk antibodi dalam kadar tertentu.

Hal ini disampaikan oleh dr Yuca ketika melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Madrasah Penghafal Al-Qur’an MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir Tembelang Jombang, Kamis (3/9/2020).

Dr Yuca ditemani Ibu Nikma dan Ibu Lina ketika bersosialisasi tentang BIAS di depan wali murid kelas 1 menjelaskan, pemberian vaksin dapat disertai efek samping atau kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Antara lain demam ringan sampai tinggi, nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan, dan agak rewel. Namun demikian, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari.

“Bila anak mengalami KIPI seperti di atas, anda dapat memberi kompres air dingin 10-15 menit dan obat parasetamol penurun panas tiap 6 jam. Cukup pakaikan anak baju yang tipis, tanpa diselimuti,” tuturnya.

BIAS di Madrasah Penghafal Al-Qur’an MIMLoe Rejosopinggir Tembelang, Jombang, sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Karena selama pandemi Covid-19, anak-anak belajar di rumah dan tidak pernah ke sekolah. Akan tetapi dengan adanya BIAS ini mengharuskan peserta didik kelas 1 untuk datang ke sekolah.

Tentu hal ini disambut bahagia oleh anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan semangat mereka untuk berangkat pagi. Pukul 07.00 peserta didik kelas 1 dan wali murid sudah datang ke sekolah.

Putri, PKM Kesiswaan, mengatakan ketika anak-anak dan wali murid datang, lagsung disambut oleh ustadz-ustadzah lengkap dengan face shield dan bermasker. Tidak lupa thermo gun untuk mengukur suhu dan memberikan hand sanitizer kepada setiap anak maupun wali murid sebelum masuk ke ruang kelas sebagai protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

“Sebelum dilaksanakan BIAS sambil menunggu petugas puskesmas datang, terlebih dahulu anak-anak dimasukkan ke kelas untuk bermain game bersama Ustadzah Rizki. Sebelum game dimulai anak-anak diajak senam Baby Shark bersama-sama, kemudian dilanjut dengan perkenalan satu per satu maju,” paparnya.

Setelah itu, anak-anak diajak bermain game tebak nama teman sebelahnya. Anak-anak tampak senang dan bergembira selama game berlangsung.

Kemudian sebagian anak yang sudah mendapatkan hadiah di pindah ke ruang sebelah untuk dilakukan imunisasi. Wajah takut dan resah pun terlihat dari wajah mereka. Tapi setelah diberi pengarahan oleh Dr Yuke, anak-anak menjadi berani. Satu per satu anak-anak maju ke depan untuk diimunisasi dan tidak menangis. (Zuly Ahsan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here