Panen Perdana Rumah Pangan Milenial, Usung Misi Ketahanan Pangan

0
169
Para pengurus Rumah Pangan Milenial saat memanen kangkung dan sawi. (KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Setelah empat minggu menanam sejumlah buah dan sayuran, Rumah Pangan Milenial (RPM) akhirnya berhasilmemanen kangkung dan sawi, Sabtu (11/7/2020). Hasil panen perdana itu dikemas dan dibagikan ke sejumlah warga dekat salah satu titik RPM.

Warga yang mendapat bagian sayur pun senang. Menurut mereka, ini adalah hal baru. Aktivitas tani di pekarangan yang digalakkan oleh para aktivis mahasiswa (kaum milenial) yang tergabung dalam RPM mendapat respons positif dari warga sekitar.

Aktivitas produktif oleh aktivis RPM ini memanfaatkan pekarangan sejumlah base camp Ikatan Mahasiswa Mumahammadiyah (IMM) dan rumah warga. Berbagai metode bercocok tanam dilakukan. Antara lain, hidroponik (bercocok tanam tanpa menggunakan tanah), akuaponik (bercocok tanam dengan menggunakan perpaduan antara budi daya ikan dan hidroponik), tabulampot (tanaman buah dalam pot), vertikultura (bercocok tanam dengan menempatkan media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal), serta menanam langsung di halaman rumah yang memiliki bidang tanah.

Koordinator PRM Ridwan menyatakan, RPM ini memiliki misi jangka panjang untuk menyokong gerakan urban farming dan ketahanan pangan. Di satu sisi, pihaknya ingin mendorong para anak muda (milenial) untuk bertani. ”Pasalnya, hari ini banyak anak muda Indonesia yang enggan menjadi petani, padahal tanpa adanya petani keberlangsungan pangan nasional tidak dapat terjamin,” ujarnya.

Mahasiswa Jurusan Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang tersebut melanjutkan, masa Covid-19 ini harus dimanfaatkan sebagai momentum membuat pilot project untuk menstimulus serta mengedukasi mahasiswa dan para warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka agar menghasilkan bahan pangan. ”Kami rasa ini langkah yang tepat untuk mengisi waktu di rumah saja. Ke depan, harapannya gerakan menanam ini dapat membudaya di tengah masyarakat, terutama generasi muda” tuturnya.

Menurut informasi yang diterima, hingga kini sudah ada lima titik rumah yang terdaftar sebagai lokasi RPM. Waktu panen ditargetkan setiap bulan. Royan, salah seorang anggota RPM, mengatakan bahwa RPM ini juga menggunakan pendekatan teknologi untuk aktivitas tani. Misalnya, irigasi tetes otomatis, pompa hidroponik, dan aerator. (Ode/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here