Para Pakar “Bertemu” Bahas Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi

0
147
Para dosen dan akademisi membahas pembelajaran sastra di masa pandemi. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia Malang bersama Lembaga Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Webinar Sastra dan Pandemi Seri #1 dengan mengangkat tema “Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi”. Acara yang berlangsung Rabu (17/6) mulai pukul 13.30-15.30 WIB ini dilakukan melalui live streaming dari Lab Ilmu Komunikasi UMM dan disiarkan langsung via Zoom dan channel Youtube umm1964.

Acara tersebut tentang pemahaman kepada pendidik, calon pendidik, dan pelajar dalam menjalani kegiatan belajar-mengajar daring, khususnya pembelajaran sastra selama masa pandemi Covid-19.

Acara webinar Sastra dan Pandemi Seri #1 dimoderatori oleh Fida Pangesti MA yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dan keynote speaker Prof Dr Djoko Saryono MPd  dengan materi pembelajaran sastra saat dan pasca-pandemi Covid-19.

Adapun keempat pemateri lainnya adalah Drs Sudibyo (best practice pembelajaran sastra, guru SMAN 10 Malang), Dr Umi Salamah MPd (pengembangan bahan ajar interaktif, dosen IKIP Budi Utomo), Dr Sri Wahyuni MPd (transformasi media dan strategi pembelajaran, dosen Universitas Islam Malang) dan Dr Daroe Iswatiningsih MSi (penilaian kegiatan bersastra saat belajar di rumah, dosen UMM).

Sudibyo dalam paparan materi mengenai best practice pembelajaran sastra mengungkapkan, dalam situasi pandemi yang ambruk, serbasulit, mandek, ketakutan, bingung, panik, dan berbahaya, pembelajaran sastra memang tidak mampu memberi makan, pengobatan, keuangan, dan jaminan keamanan. “Tapi, kita bisa ikut berperan membantu, menemukan dan merawat daya hidup, mengajak melihat kemungkinan. Menyemangati upaya saling menguatkan, berempati, dan menyelamatkan,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan dari Lilis Pujiarti mengenai penilaian e-raport, Daroe Iswatiningsih mengungkapkan, tidak semua kompetensi dasar (KD) di kurikulum harus diselesaikan dalam penilaian saat pandemi Covid-19. “Jika seorang guru tidak bisa memenuhi semua KD, guru tidak boleh terbebani oleh KD. Siswa memiliki semangat dalam belajar itu sudah capaian yang bagus,” terangnya.

HISKI Malang bersama Lembaga Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM melalui acara webinar sesi #1 ini telah memberikan banyak pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman mengenai peran guru yang harus terlebih dahulu memahami dan mencintai sastra sebelum mengharuskan peserta didiknya untuk mencintai dunia sastra. Terlebih saat dan pasca-pandemi Covid-19. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here