Pasca Lor-Inn, So What?

0
265
Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya M. Syaikhul Islam, MHI.

Oleh Muhammad Syaikhul Islam, MHI

Principal SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

KLIKMU.CO

Hampir semua orang yang hadir menyaksikan dan mengikuti kegiatan Bimtek Perlindungan Guru dan Diklat HOTS yang dihelat PP Forum Guru Muhammadiyah (FGM) sepakat bahwa acara tersebut sukses.

Dari awal, Saudara H. Pahri, S.Ag., MM selaku ketua umum telah menekankan ‘4 Sukses’ kegiatan tersebut. Pertama, sukses peserta. Alhamdulillah, dari aspek ini kuota 350 peserta terpenuhi, bahkan banyak sekolah lain yang berharap dapat mengikuti lantaran kuota terbatas harus menahan kecewa.

Kedua, sukses acara. Dari aspek ini tak diragukan lagi. Entakan lagu ‘Semangat FGM’ turut menguatkan aura dan energi positif para peserta. Demikian juga, semua rundown acara berjalan dengan sistematis. Semua peserta pun larut dalam sajian materi yang atraktif dan inspiratif.

Ketiga, sukses pembiayaan. Luar biasa, acara yang dilangsungkan di Hotel Lor-Inn Solo tersebut tanpa memungut biaya dari peserta. Kali ini, PP FGM cukup cerdas memainkan peran mencari sumber dana. Dalam sambutan, ketua umum PP FGM menyampaikan bahwa guru juga berhak mendapat fasilitas yang baik sebagai profesi penting yang turut berkontribusi membangun bangsa.

Keempat, sukses pelaporan. Selain mendapat endorsement dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, acara yang berlangsung pada 27-29 November lalu sepenuhnya disponsori Direktorat Jenderal GTK Kemendikbud RI. Bahkan, sang Dirjen Dr. Supriano, M.Pd. pun hadir memberikan keynote speech. Karena menggunakan dana negara, maka harus teliti dan saksama dalam membuat laporan.

Sebagai salah satu pengurus pimpinan pusat, saya juga merasa bahagia acara yang diikuti seluruh perwakilan peserta dari seluruh provinsi se-Indonesia tersebut berjalan lancar dan memberikan nilai lebih kepada peserta untuk diimbaskan kepada sekolah tempat mengabdi dan sekitarnya.

Paradoks dari gemerlap sukses acara di Solo, ada serpihan cerita elegis yang saya dapat dari WA seorang sahabat yang merupakan kepala sekolah di Jawa. Dari awal, sekolah tersebut saya rekomendasikan dapat mengutus peserta. Bisa jadi ini kesempatan langka dan baik bagi sekolah tersebut.

Sang kepala sekolah yang antusias untuk berangkat terpaksa menelan kekecewaan karena majelis dikdasmen setempat selaku atasan melarangnya berangkat dengan alasan yang jauh dari spirit berkemajuan. Menurut sang pengurus, pihaknya tidak bisa menerbitkan surat tugas karena dinilai belum pantas sekolah yang berada di kampung dan kecil itu mengikuti acara besar berskala nasional.

Saya terperanjat mendapat kabar itu dan seakan tak percaya masih ada pengurus persyarikatan yang bermental jumud alias terbelakang di era IR 4.0 ini. Spirit baik untuk menambah wawasan kependidikan dan sebagai ajang silatuahim antar-penggiat pendidikan Muhammadiyah harus pupus oleh sikap pengurus yang belum mendapat cahaya berkemajuan.

Kondisi prihatin seperti di atas bisa jadi juga terjadi di tempat lain dengan variasi peristiwa yang berbeda. Seperti halnya kisah sahabat saya dari Sulawesi yang telah mengabdikan diri sebagai kepala sekolah selama 12 tahun memajukan SMK Muhammadiyah yang ia bangun dengan segenap pengorbanan dari jumlah siswa puluhan hingga menjadi lebih 700 siswa dengan deretan prestasi bergengsi yang diakui oleh pemerintah setempat.

Namun, lagi-lagi sikap anti-kemajuan membuyarkan semua. Sahabat itu pun harus menerima keputusan getir dengan sikap yang tidak fair dan transparan dari pimpinan di atas. Hingga akhirnya ia pun memilih hengkang dari sekolah yang telah dibinanya dengan cucuran keringat dan air mata. Kini sekolah itu pun kembali memasuki lorong gelap yang entah di mana ujungnya.

Cerita sukses di Lor-Inn tak boleh hanya menjadi milik peserta yang hadir, tapi juga harus menjadi resonansi bagi sekolah lain. Semangat untuk bangkit dan maju harus terus disebarluaskan dan menjadi trigger sekaligus generator bagi penggiat pendidikan yang lain hingga tak ada lagi ‘kegelapan’ di AUM pendidikan kita. Di sinilah kiprah FGM kian dinanti dan mendapat tantangannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here