PCM Kenjeran Berpesan Seluruh Masjid Punya Legalitas Kelola ZIS

0
99
Aksar Wiyono memberi sambutan dalam Upgrading dan Rakorsus Takmir Masjid Se-Kenjeran di KMC Kenjeran. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (MT PCM) Kenjeran mengadakan Upgrading dan Rakorsus Takmir Masjid Se-Kenjeran di lantai 3 Gedung Dakwah Kenjeran Muhammadiyah Center (KMC) Jl Platuk 104 Kenjeran, Ahad (7/2/2021). Acara itu mengusung tema “Spirit Memajukan dan Memakmurkan Masjid”.

Ketua Majelis Tabligh PCM Kenjeran Surabaya Ustadz Aksar Wiyono SThI SPd MPdI mengatakan, dalam upgrading dan rakorsus kali ini Pimpinan Ranting (PRM) dan Takmir Masjid se-Kenjeran bisa hadir semua. Ada tujuh pemateri yang dihadirkan, yakni Drs H Nur Cholis Huda MSi, Sunarko SAg MSi, Drs M. Rofiq Munawi MPdI, Ali Fauzi MPdI, Muslimin SAg MPdI, Drs Marlikan, dan Bahrun Abidin SAg.

Dia lantas memerinci bahwa di Kenjeran ini ada 5 PRM dan 11 masjid. “Yakni, PRM Sidotopo Wetan, PRM Tanah Kali Kedinding, PRM Tambak Wedi, PRM Bulak Banteng, dan PRM Bulak Banteng Wetan. Untuk masjid, ada Masjid Remaja, Masjid Baitul Kholiq, Masjid Almukhlis, Masjid Attaqwa Perintis, Masjid Al Mukminun, Masjid Attaqwa Pogot, Masjid Al Maarif, Masjid Alhakim, Masjid Alhusaini Masjid Alfurqon, dan Masjid Alamin,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya awalnya berencana hanya mengundang 1 orang dari pengurus ranting dan 1 orang dari pengurus takmir. “Tetapi, sesuai arahan dari Bapak PCM, kami mengundang 3 pengurus dari takmir dan 2 orang dari PRM. Sehingga total peserta yang hadir pada acara ini 60 orang,” tutur wakil ketua PDPM Kota Surabaya itu.

Meski begitu, acara tetap mengusung agenda protokol kesehatan ketat dengan antara lain menjaga jarak dan memakai masker.

Menurut Aksar, ada tiga hal penting yang harus dilakukan setelah mengikuti upgrading dan rakorsus Takmir Masjid kali ini. Pertama, apa yang disampaikan oleh seluruh pemateri nanti bisa diterapkan di masjid masing-masing. Juga menjadi motivasi untuk terus bergerak memakmurkan masjid Muhammadiyah yang  ada di wilayah Kenjeran.

Kedua, memiliki legalitas untuk melaksanakan ZIS (zakat, infak, dan sadaqah). “Nanti kita semua akan memiliki legalitas zakat, infak, dan sadaqah.  Karena info terbaru dari Baznas kalau tidak punya legalitas untuk melaksanakan ZIS, ternyata ada pidananya. Maka, nanti Bapak Sunarko dari Lazismu Kota Surabaya akan menjelaskan itu,” tutur penulis buku Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau itu.

Ketiga, lanjut dia, kita semua harus bersinergi. “Saat ini masjid kita Al Maarif sedang membangun, terima kasih atas support yang sudah diberikan. Tidak hanya itu, kami juga berterima kasih karena kemarin juga telah men-support atas pembebasan tanah yang ada di sebelah Masjid Baitul Kholiq. Terima kasih atas kekompakannya,” katanya penuh semangat.

“Yang terakhir, monggo disegerakan terkait dengan jadwal imam shalat jumat, jadwal shalat Tarawih, shalat Idul fitri, dan shalat Idul Adha,” tandas anggota LDK PWM Jawa Timur itu. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here