PDPM Kabupaten Blitar Dilantik, Ini 5 Pesan Penting Ketua PWPM Jatim

0
180
Suasana pelantikan PDPM Kabupaten Blitar. (Ahmad Fahrizal Aziz/RF)

KLIKMU.CO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Blitar resmi dilantik pada hari Ahad, (11/4/2021). Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PWPM Jawa Timur, Dikky Syadqomullah di Taruna Jaya Hall, Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan Bupati Blitar dan Kapolres Blitar, serta Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Blitar serta Ibunda Pimpinan Aisyiyah beserta Ortom.

Berdasar SK Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nomor: 1.5/192/1442, ada 19 personalia yang dilantik menjadi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Blitar yang meliputi Ketua, Sekretaris, Bendara dan 8 Wakil Ketua Bidang berserta Sekretaris bidang.

Selepas prosesi pelantikan, dilanjutkan sesi sambutan dari ketua PDPM Kabupaten Blitar, Ketua PWPM Jawa Timur, Ketua PDM Kabupaten Blitar dan Perwakilan dari Bupati Blitar.

5 Pesan Penting

Dalam Sambutannya, Ketua PWPM Jawa Timur menyampaikan 5 pesan penting agar Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Blitar tetap berjalan di jalurnya.

“Jadi kalau negara itu punya GBHN, Pemuda Muhammadiyah juga punya Garis Besar Haluan Gerakan atau GBHG, ada 5 hal,” jelasnya.

Pemuda Muhammadiya bergerak di 5 bidang. Pertama adalah bidang agama. Pemuda Muhammadiyah harus matang pemahaman agamanya agar membawa Islam yang mencerahkan.

Menurutnya, pemahaman keagamaan ini penting karena menjadi ruh gerakan Pemuda Muhammadiyah. Kasus terorisme yang terjadi belakangan ini karena minimnya pemahamanan keagamaan, selain itu juga karena adanya ketidakadilan.

Selanjutnya, Pemuda Muhammadiyah juga bergerak di bidang sosial, membantu negara, membackup masyarakat yang membutuhkan. Pemuda Muhammadiyah harus memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Ketua PWPM Jatim Dikky Syadqomullah (kiri) dan ketua terpilih PDPM Kab Blitar. (Ahmad Fahrizal Aziz/Klikmu.co)

Pemuda Muhammadiyah juga perlu punya peran ekonomi, membangun ekonomi yang kuat. Karena dengan ekonomi yang kuat, dakwah akan semakin mudah.

“Seperti yang dilakukan Kyai Dahlan, dakwah itu salah satunya dengan dicukupkan ekonominya, tidak selalu dari mimbar ke mimbar,” imbuhnya.

Selain ekonomi, Pemuda Muhammadiyah harus juga punya peran politik. Salah satunya mempengaruhi kebijakan publik. Ia mencontohkan bagaimana penutupan lokalisasi di Surabaya yang terkenal itu. Betapa besar peran pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan penutupan tersebut.

Lalu, peran dalam bidang kebudayaan. Salah satu yang disorot adalah banyaknya kafe dan warung kopi yang tidak dimanfaatkan dengan baik, bahkan menjadi tempat main game dan mengakses hal-hal yang kurang baik.

“Dalam hal ini Pemuda Muhammadiyah juga harus hadir, ngopi itu ngobrol pakai ilmu, ada ilmunya di situ,” pungkasnya. (Ahmad Fahrizal Aziz/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here