PDPM Kota Surabaya Deklarasi Anti Politik Uang dan SARA, Jangan Sampai Suaranya Digadaikan

0
161
Khidmat: Drs. H. Ezif Fahmi Wasi'an, Ak. M.Si (Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya) saat memberikan sambutan dalam gebyar milad 86 Tahun Pemuda Muhammadiyah.

KLIKMU.CO – Dalam semarak milad Pemuda Muhammadiyah ke-86 bertajuk Menggembirakan Keberagaman, Memajukan Indonesia Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya mendeklarasikan gerakan anti politik uang dan SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 di Taman Mundu Surabaya, Ahad (6/5) pukul 06.00 WIB.

Rahmat Dzulkarnain, M.Pd.I Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya
menegaskan pihaknya akan berkomitmen dan terus mengawal serta mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 juga Pemilihan Umum (pemilu) 2019 dari praktik politik uang dan SARA.

“Penting Pemuda Muhammadiyah Surabaya mendeklarasikan gerakan tadi, mengingat politik uang dan SARA merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat,” kata Rahmad yang juga guru SMP Muhammadiyah 10 Surabaya ini.

Dia mengimbau kepada calon kepala daerah, legislatif, DPD dan partai politik peserta Pemilu 2019 untuk tidak menggunakan politik uang dan SARA dalam mempengaruhi pilihan pemilih.

“Kami mengajak pemilih menentukan pilihan secara cerdas berdasarkan visi, misi, dan gagasan program kerja bukan berdasarkan politik uang dan SARA,” tukasnya.

Rahmad menandaskan akan mendukung pengawasan dan penanganan terhadap politik uang dan politisasi SARA yang dilakukan panitia pengawas pemilu.

“Kami juga meminta calon kepala daerah, legislatif, DPD dan partai politik peserta Pemilu 2019 untuk tidak melakukan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran praktik politik uang dan SARA,” ungkapnya.

Selain itu Pemuda Muhamamdiyah Kota Surabaya juga menggelar jalan sehat yang diikuti 1.000 peserta dengan rute start Jl. Tambaksari, Jl. Ambengan, Jl. kusuma Bangsa, Jl. Ngaglik dan finish di depan Gelora 10 November Tambaksari.

Di waktu yang sama, H. M. Arif An Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya mengatakan, politik uang dan politisasi SARA merupakan penyakit (kronis) demokrasi yang menggerogoti nilai keluhuran bangsa.

“Korupsi kian marak, KPK seolah kewalahan menangani para koruptor salah satunya dikarenakan proses demokrasi sudah ditukar uang,” tukasnya seusai melepas ribuan peserta jalan sehat, juga berharap masyarakat berfikir berlipat. Jangan sampai suaranya tergadaikan dengan uang.

Karena itu, Arif An mengingatkan sudah saatnya masyarakat sadar. Dan bersama-sama memerangi praktik culas tersebut. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here