Peduli Murid, SMAMIV pun Pinjamkan Gawai untuk Pembelajaran Daring

0
191
Salah seorang guru memberikan gawai kepada wali murid untuk pembelajaran daring. (Mira/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pandemi Covid-19 yang berimbas ke segala lini kehidupan, terutama perekonomian, membuat banyak orang kalang kabut mengatur keuangan. Tak terkecuali wali murid.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa sulit yang dialami oleh sebagian besar siswanya, SMA Muhammadiyah 4 Surabaya melakukan serangkaian kegiatan sosial yang dimulai semenjak pandemi ini muncul Maret lalu.

Mulai membagikan sembako kepada siswa dan warga terdampak, memberi pulsa untuk mendukung pembelajaran daring kepada seluruh siswa satu bulan sekali, hingga potongan biaya sekolah.

Menariknya, dalam ajaran baru 2020-2021 yang dimulai Juli ini, SMAMIV –sebutan SMA Muhammadiyah 4 Surabaya– memberikan bantuan pinjaman gawai kepada siswa-siswi yang tidak memiliki gawai.

“Kami melakukan pengamatan dari keterlibatan siswa selama pembelajaran daring, lalu kami melakukan penelusuran alasan ketidakikutsertaan siswa. Jika ternyata alasannya adalah soal gawai dan kuota, kami langsung menindaklanjuti,” kata Ustadzah Mira. Tindak lanjut yang dilakukan sekolah, menurut Waka Sarpras ini, berupa kunjungan ke rumah siswa yang bersangkutan untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi mengenai keseharian siswa tersebut beserta keluarganya.

“Nanti jika hasil survei menunjukkan bahwa siswa tersebut memang layak, kami akan langsung memberikan gawai untuk dimanfaatkan selama pembelajaran daring dan selama dibutuhkan,” lanjutnya.

Pemberian gawai ini bersifat sementara, namun pihak sekolah tidak memberikan batasan waktu dalam mengembalikan. Sekolah berniat benar-benar membantu dan tidak ingin memberatkan wali murid dengan target untuk segera mengembalikan gawai tersebut. “Kasihan orang tua jika nanti diberi pinjaman HP, tapi disuruh segera mengembalikan. Justru memaksa mereka untuk beli HP nantinya,” jelas Ustadz Nasihin, Waka Kurikulum SMAMIV, saat ditemui tim KLIKMU.

Pemberian bantuan gawai ini dilakukan di sekolah atau di rumah siswa di depan wali murid dengan surat penerimaan barang resmi dari sekolah. “Tapi jangan khawatir, dalam surat itu tidak ada perjanjian barang tidak boleh rusak atau hilang. Kan kami berniat membantu, bukan komersial,” tegasnya. (Mira/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here