Pelaksanaan PSBB di Surabaya, Apakah Pasar Masih Boleh Buka?

0
814
Ketua MCCC Surabaya Arif An saat melakukan pemeriksaan thermometer gun kepada pedagang pasar dadakan. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Surabaya masih memperbolehkan pasar tetap buka dengan protokol kesehatan yang ketat dan pengawasan yang tegas.

Selain itu, beberapa kegiatan atau instansi ini tetap diperbolehkan selama pelaksanaan PSBB Kota Surabaya. Antara lain kegiatan pendidikan ataupun pelatihan dan penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, kantor/instansi pemerintahan dan kantor perwakilan negara lain, BUMN dan BUMD yang ikut menangani Covid-19 dan pemenuhan kebutuhan pokok, apotek, rumah sakit, klinik, dan toko alat kesehatan.

Dengan tetap dibukanya pasar rakyat, warung makanan/warung kelontong, toko sembako, swalayan, minimarket, hypermarket, depo air minum isi ulang, restoran cepat saji, penerapannya tetap menjaga physical distancing. Jaga jarak tidak berkerumun dan cuci tangan serta pakai masker.

Kebanyakan pasar rakyat, khususnya pasar dadakan, ketika berbuka juga harus dipantau agar pembeli dan penjual aman dari Covid-19. Untuk itu, MCCC Surabaya mengadakan pembagian masker 250 buah dan pemeriksaan thermometer gun, Rabu (29/4/2020).

“Kami sengaja untuk kali kedua adakan pemeriksaan thermometer gun dan pembagian masker. Di pasar sebelumnya kita mengadakan acara serupa di Pasar Sore Babadan Rukun. Untuk kali ini di Pasar Karangmenjangan, pasar dadakan saat untuk berbuka. Ternyata ada pedagang yang masih tetap tidak pakai masker. Alhamdulillah ada satpol PP yang kami minta untuk ditegur, padahal sudah diberi masker. Ini membuktikan masih banyak pedagang yang belum paham aturan PSBB yang diberlakukan di Surabaya,” kata Andi Hariyadi, sekretaris MCCC Surabaya yang juga ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Surabaya.

Kegiatan pembagian masker ini diawasi langsung oleh M. Arif An, ketua MCCC Surabaya. Lalu dikawal Kokam dan didukung oleh MCCC Gubeng serta juga dibantu satpol PP.

Arif An menyatakan, PSBB yang sedang berjalan ini harus sukses agar selama 14 hari nanti ada perubahan signifikan dalam penurunan pandemi Covid-19. “Masih rendahnya kesadaran masyarakat saat PSBB ini perlu diperhatikan kembali hak dan kewajiban warga sehingga ketika di rumah ada kecukupan pangan dan sadar untuk mengikuti aturan,” imbuhnya.

Ketua PCM Gubeng Sutrisni, para pedagang memang ada yang sudah bermasker dan ada yang belum. Mereka tetap diberi masker untuk aktivitas kesehariannya agar di wilayah Gubeng tidak terjadi persebaran Covid-19. “Warga menyambut hangat kedatangan tim MCCC. Warga merasa senang dapat masker dan diukur suhu badannya,” katanya.

“Harapan kami, pasar dadakan mohon juga untuk diperhatikan karena protokol kesehatan tidak bisa diterapkan dengan baik. Dikarenakan tempatnya di pinggir jalan dan panjang. Pasar dadakan di bulan Ramadhan ini biasanya ramai pembeli jelang berbuka puasa,” tutur Andi Hariyadi yang didampingi Sutrisno. (Andi H/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here