Pelangi Kehidupan #11: Sakit

0
195
Foto diambil dari Republika.co.id

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Tidak ada manusia yang mengingingkan dirinya sakit. Semuanya menginginkan sehat bahkan demi yang namanya sehat semuanya dikorbankan, lihatlah mereka-mereka yang terbaring sakit, rela mengelurakan uang jutaan rupiah demi kesehatan. Padahal waktu sehat mereka tidak memperdulikan kesehatanya. Demi uang rela bekerja siang dan malam tanpa mempedulikan kesehatanya. Selagi sehat semuanya dimakan tanpa ada batasan, selagi nikmat dan mudah didapat langsung disantap tak peduli itu sehat atau tidak. Padahal asal muasal segala penyakit adalah mulut, yaitu salah makan atau makanan yang salah.

Dalam kehidupan ini tidak selamanya kita sehat selalu atau sakit terus menerus, semuanya akan datang silih berganti sesuai dengan sunnatullah. Ketika kita sehat itu tandanya kita harus banyak bersyukur. Dan apabila kita sakit selain bersyukur kita harus bersabar. Dengan bersyukur Allah akan menambah kenikmatan kepada kita yakni lekas sembuh. dan dengan bersabar atas penyakit yang menimpah kita semoga Allah menghapus dosa-dosa kita, baik yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja.

Sakit dan sehat itu bagaikan dua sisi mata uang keduanya-duanya bermanfaat buat manusia. Dengan adanya rasa sakit manusia bisa mengetahui dan merasakan manfaat dari sehat. Sehingga berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan. Ketika sehat manusia bisa melaksanakan segala aktifitas dengan sebaik-baiknya, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena ketika sakit belum tentu bisa melaksanakan sesuatu itu dengan sebaik-baiknya. Maka tak salah, sehat adalah permata yang ada diatas kepala kita, tidak kelihatan tapi kita bisa merasakan. Beda bagi orang sakit, sehat betul-betul menjadi permata dan hiasan yang sangat berharga.

Sakit dan tidaknya diri kita, hanyalah kita sendiri yang bisa merasakannya. Berapa banyak orang yang sakit tapi tidak merasa sakit karena dalam pikiranya selalu sehat. walaupun vonis dokter mengatakan tidak bertahan lama untuk hidup pada kenyataanya pernyataan tersebut bisa dilawan dengan pikiran kita. Kalaupun tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya setidaknya bisa memperpanjang waktu dari vonis yang di tentukan. Maka dari itu, mari kita selalu berfikir yang positif. selalu husnudzon dengan segala sesuatu yang terjadi pada kita. Dengan berpikir positif dalam diri kita akan muncul energi positif, dan dengan energi positif itulah segala energi negatif dalam diri kita akan hilang dengan sendirinya. Ingatlah apa yang kita pikirkan akan jadi apa yang kita ucapkan dan apa yang kita ucapkan akan jadi sebuah tindakan dan apa yang kita lakukan itulah karakter kita.

Selain pola makan dan pola pikir yang berpengaruh terhadap kesehatan ada satu lagi yang pengaruhnya lebih besar bagi kesehatan kita yakni pola hidup. Ya, hidup kita tidak sesuai dengan fungsinya. Kita lebih mementingkan gengsi daripada fungsi. Sehingga tidak hanya penyakit lahir saja yang muncul dipermukaan akan tetapi penyakit batin juga. Penyakit lahir karena pola hidup kita yang salah, ibaratnya malam jadi siang, siang jadi malam, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala sehingga tidak ada keseimbangan dalam hidup ini, sehingga munculuh penyakit itu. sebab waktu istirahat dipakai bekerja, waktu bekerja di pakai untuk istirahat. Meminjam istilah bang haji rhoma irama “ kalau terlalu banyak begadang muka pucat karena darah berkurang. Kalau sering kena angin malam segala penyakit akan mudah datang”.

Kalau penyakit batin lebih parah lagi. Penyakit ini pelakunya tidak merasa tetapi orang disekelilingnya merasakanya. Bagi para penderita penyakit batin hidupnya lebih senang puja dan puji manusia daripada sang pencipta. Hidupnya penuh dengan kata orang tidak punya pendirian. Maka dari itu mari kita hidup sesuai dengan fungsinya bukan gengsinya. Bukankah kita didiciptakan hanya untuk beribadah kepadaNya. Yang terakhir sehatkan hatimu agar tubuhmu sehat. bukankah dalam diri ini ada segumpal daging yang apabila baik maka akan baik seluruh tubuh dan apabila jelek maka dampaknya keseluruh tubuh yang ada dalam diri ini. Dan tahukah kamu apakah itu? yaitu Hati. maka berhati-hatilah dalam menjaga hati. jagalah hati jangan kau nodai.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here