Pelangi Kehidupan #12: My Children My Future

0
469
Foto diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Dalam setiap keluarga anak adalah permata kehidupan yang menambah kebahagiaan, kesenanangan, dan juga ketentraman. Hadirnya buah hati dalam setiap keluarga akan menambah rasa cinta dan sayang suami istri, ayah dan ibunya. juga menjadi pelengkap yang sempurna bagi keluarga. Demikian pula, putra putri kita adalah amanah Allah yang diberikan kepada kita. Sebagai amanah yang dimintai pertanggung jawabanya. Kita wajib menjaga dan mendidiknya dengan sebaik-baiknya pendidikan. Pendidikan yang mengedepankan akhlakul karimah, akhlak yang baik, budi pekerti yang luhur, karakter yang kuat, yang selalu berpegang teguh pada ajaran agamanya.

Sesungguhnya setiap anak terlahir fitrah (dalam keadaan suci), orang tuanyalah yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani dan Majusi. Begitu sabda Rasulullah yang mengingatkan kepada kita betapa besar amanah yang dititipkan Allah kepada kita. Baik dan tidaknya anak-anak kita adalah peran orang tua yang menentukan. Ibaratnya anak adalah kertas putih yang kosong, bersih tanpa noda. Kertas itu mau jadi hitam, abu-abu atau warna warni tergantung pada orang tua yang memberikan warna. Jika berhasil mendidik anak sholih dan sholihah maka itu menjadi tabungan bagi kedua orang tua yang menguntungkan. Tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Walaupun jasad kita telah tiada, kita terus menerus akan mendapatkan pahala dari doa-doa yang di panjatkan anak-anak kita. “Apabila anak adam meninggal dunia, maka terpuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang selalu mendoakanya”

Anak adalah cerminan orang tua. Apapun yang dilakukan anak menjadi tanggung jawab dari kedua orang tuanya. Karena semuanya, baik yang di lihat dan di dengar akan menjadi karakter dari anak. Untuk itulah keluarga dan orang tua menjadi madrasah dan guru yang pertama dan utama di dalam pendidikan anak. Berikan contoh yang baik, berkatalah dengan perkataan yang baik dan lemah lembut agar anak melihat dan mendengar yang baik-baik dari sikap dan tutur kata kita.

“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Furqon : 74)

Anak yang patuh dan taat adalah dambaan setiap orang tua. Kehadiranya selalu di tunggu, kedatangannya adalah anugerah. Anak semacam inilah yang menjadi hiasan dan penyejuk dalam kehidupan rumah tangga, menjadi buah hati kita, belahan jiwa kita, penyejuk mata kita, penghibur hati kita dan menjadi masa depan kita. Kalau kita bisa mendidik putra putra kita dengan baik, yang selalu berpedoman pada agama maka, insya Allah masa depan akan terang dan tentunya membawa kebahagiaan.

Di jadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga) ” (QS Ali Imron : 14)

Anak adalah perhiasan dan permata kehidupan. Perhiasan dan permata tidak datang dengan tiba-tiba tetapi melalui proses yang berliku-liku. Lihatlah, untuk mendapatkan permata kita harus menyelam ke dasar lautan yang dalam, butuh proses dan persiapan juga perbekalan yang tidak sedikit, bahkan nyawapun jadi taruhannya. Permata ada di dalam kerang dan kerang ada didasar lautan. Begitu juga dengan perhiasan yang begitu indah dan menyenangkan setiap orang yang memandang juga sang pemiliknya. Apakah itu semua datang dengan tiba-tiba. Tentu tidak. Maka dari itu, mari kita didik anak-anak kita dengan pendidikan yang terbaik. Kerena mereka masa depan kita. Masa depan yang baik tidak datang dengan bersantai dan berleha-leha. My children My Future.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here