Pelangi Kehidupan #13: Terhapus

0
285
Foto diambil dari unbox.id

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Diangkat pena dari tiga orang: dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia baligh, dari orang gila sampai ia berakal

Tidak akan ditulis atau dicatat. Bahkan kemungkinan akan di maafkan, segala aktivitas atau perbuatan yang termasuk tiga golongan dalam hadits diatas. Bahkan, ketika kita tidak melakukan kegiatan ibadah dikarenakan oleh tiga sebab yang tersebut. Yang pertama, orang yang tertidur. Bukan pura-pura tidur, apalagi sekedar tidur-tiduran. Sebagai contoh tidurnya para pemuda ashabul kahfi. Tersebut dalam kitab suci Al-Qur’an tertidurnya pemuda kahfi sampai 300 tahun atau 309 tahun.

Pertama. Orang yang mati suri atau tidak sadar pingsan dalam waktu yang lama tidak harus mengganti atau menqodho sholat yang ditinggalkan beberapa hari. Karena termasuk salah satu dari sebab yang disebutkan dalam hadits diatas. Tapi ketika bangun dan sadar maka kewajibannya berlaku sebagaimana mestinya.

Yang kedua anak kecil sampai ia baligh, baligh berarti dewasa. Namanya juga anak kecil apapun perbuatan yang dilakukan tidak akan kena sanksi atau hukuman. Karena belum bisa membedahkan mana yang baik dan mana yang buruk, dalam jiwa dan pikiran anak, asal melakukan dan tentunya menurut anak tersebut bahagia ketika melakukannya. Hukum negara juga begitu, tidak berlaku ketika anak tersebut belum cukup usia sesuai kesepakatan negara yang bersangkutan. Dalam agama di sebut Tamyyis dalam hal ini orang tua dan keluargalah yang menjadi madrasah pertama dan yang utama dalam hal mendidik dan memberikan teladan yang baik-baik

Yang ketiga orang gila sampai ia berakal, inilah bedanya manusia dengan makhluk lainya. Manusia dianugerahi akal. Ketika akal ini sehat (baca : tidak gila ) maka segala aktifitas manusia akan dihitung dan diperhitungakan.

Namanya juga orang gila, diamnya aja menakutkan. Kita terkadang risih dan takut terhadap orang gila. Kita sering menjauh dan menghindarinya ketika bertemu. Tapi bagi orang yang tidak berakal (baca: gila) apapun aktivitas dan perbuatannya bebas dari segala macam tuntutan. Baik tuntutan di dunia. Bahkan mungkin juga tuntutan di akhirat kelak. Semoga kita semua menjadi hamba-hambaNYA yang termasuk dalam ulul albab. Amien.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here