Pelangi Kehidupan #14: Tiga Golongan Manusia yang di Cintai Allah

0
1591
Foto diambil dari Islampos
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Siapa yang tidak suka dicintai. Apalagi yang mencintai itu adalah orang yang punya pangkat dan jabatan yang terpandang, harta melimpah. Tentu kita bangga, bahkan akan cerita kesana kemari kita punya sanak famili, dan handai tolan seperti itu. Dan mungkin itu sesuatu yang menyenangkan.

Kita dicintai manusia saja bahagia dan senang. Bagaimana kalau yang mencintai itu adalah sang maha pencipta. Sang pemilik rasa cinta itu sendiri. Sungguh-sungguh ini suatu kebahagian yang tak ada tandingannya. Jauh lebih berharga dari bumi dan seisinya.

Tahukah kita, siapa saja golongan manusia yang dicintai Allah. Golongan pertama, Allah itu cinta pada orang kaya yang memiliki sifat pemurah. Tapi Allah jauh lebih mencintai orang miskin yang pemurah.

Sifat pemurah itu suka memberi. Dalam bahasa jawa kita sebut loman. Orang kaya yang loman itu hal yang biasa. Karena mereka memiliki sesuatu yang bisa dibagikan. Kalau orang miskin atau fakir. Memiliki sifat loman itu baru luar biasa. Karena untuk dirinya dan keluarganya saja masih kurang. Tapi, mereka mementingkan orang lain. Ibaratnya orang kaya. “besuk makan apa”. Kalau orang miskin “apa yang dimakan untuk besuk”.

Golongan kedua, Allah cinta pada orang miskin yang rendah hati. Tapi Allah lebih cinta lagi pada orang kaya yang rendah hati. Rendah hati adalah sifat yang tidak membanggakan diri atau sesuatu yang dimiliki. Atau tidak sombong. Bagi orang miskin apa yang bisa dibanggakan atau disombongkan. Tetapi bagi orang kaya sifat sombong itu sudah “bawaan”. Suka pamer dan menampakkan apa yang dimiliki. Maka dari itu Allah sangat mencintai orang kaya yang rendah hati. Karena mereka (orang kaya yang rendah hati ) menyadari semuanya hanya titipan, tidak pantas untuk disombongkan dan dibanggakan.

Golongan ketiga, Allah cinta pada golongan tua yang bertaubat, akan tetapi Allah lebih cinta lagi pada golongan anak muda yang bertaubat. Ketika usia sudah tua semua waktu dihabiskan untuk mendekatkan diri untuk beribadah kepada sang pencipta karena maut sebentar lagi akan menjemput. Padahal maut tak kenal usia muda dan tua. Taubat dimasa tua itu bagus, tapi lebih bagus lagi ketika masih muda kita tekun beribadah. Dan selalu dekat denganNya. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Semoga kita semua menjadi hamba-hamba yang selalu dicintaiNYA. Aamiin.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here