Pelangi Kehidupan #15: Muslim yang Kuat

0
249
Foto diambil dari wallpaper.cave

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kuat memiliki pengertian  banyak tenaganya, gayanya, atau dayanya. Dalam sebuah hadist “ Muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah”.

Secara tersurat dan tersirat hadist tersebut menyuruh kita kuat. Selain kuat jasmani juga kuat rohani. Bagaimana kita bisa melaksanakan ibadah sholat kalau diri ini tidak kuat, bagaimana bisa membantu orang lain kalau diri kita ini lemah, bagaiamana bisa menolong orang lain, kalau diri sendiri masih butuh bantuan orang lain. Dan bagaimana kita mau melakukan ibadah-ibadah yang lain kalau diri ini sakit-sakitan dan lemah tak berdaya. Apalagi melakukan ibadah haji yang benar-benar membutuhkan fisik yang kuat.

Sehat fisik itu penting, karena dengan fisik yang sehat kita bisa melakukan apa-apa. Berbuat apapun juga mudah, kita tidak mudah mengeluh. Selain sehat fisik yang berdampak pada kekuatan kita. Sehat rohani juga penting, sebagai seorang muslim sehat rohani adalah pondasi yang dapat mengokohkan aqidah kita. Kita tidak mudah terpengaruh dengan segala bentuk-bentuk kepercayaan yang ada, apalagi model-model peribadatan yang aneh-aneh. Sehat rohani diimbangi dengan sehat jasmani adalah sebuah keniscayaan supaya kita menjadi muslim yang disukai.

Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur segala bidang. Dari mulai tidur sampai bangun tidur, islam telah mengaturnya.  Menjadi muslim yang kuat, kuat disegala bidang, bidang ekonomi, sosial, politik dan lain-lain. menjadi muslim yang kuat, kuat secara kualitas maupun kuantitas. Dengan kuat secara ekonomi kita bisa mandiri, bisa membantu banyak orang,  menolong sesama dan menegakkan agama islam dengan harta kita. Bukankah dalam islam kita disuruh berjihad dengan harta dan jiwa. Harta menjadi urutan yang pertama, baru jiwa perintah berikutnya.

Dengan kuat ekonomi kita juga bisa beribadah dengan tenang dan nyaman. Perhatikan ucapan sayyidina Ali bin Abi Thalib sahabat sekaligus sepupu dan menantu Rasulullah ini mengingatkan kepada kita. “ Kefakiran lebih dekat dengan kekafiran”.  Maka secara tidak langsung perintah untuk menjadi kaya adalah suatu keharusan bagi seorang muslim. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Bagaimana bisa tangan kita di atas kalau kita tidak mampu alias kuat. Kuat dibidang politik. Politik itu bersih dan suci. Di kehidupan yang modern ini semua sendi-sendi kehidupan sudah dipolitisasi. Jadi kita tidak boleh acuh dengan politik. Berpolitik tidak harus menjadi politikus tapi kita bisa ikut dan berpartisipasi dalam menentukan kebijakan bukan menjadi korban dari kebijakan. Lihatlah ketika kepentingan pribadi dan golongan di atas kepentingan ummat maka rusaklah tatanan kehidupan bermasyarakat.

Yang nampak adalah yang kuat akan menindas yang lemah. Yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Ini dampak buruk dari politisasi yang tidak berkeadailan dan tidak berperikemanusian. Padahal dasar negara kita adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Sekarang kita susah untuk berbuat adil karena rasa kemusiaan kita sudah hilang dan adab kita sudah menguap entah terbang kemana.  Kuat di bidang sosial. Manusia adalah makhluk sosial yang artinya manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Bukankah dalam agama islam kita ini adalah saudara, diumpamakan kita ini adalah bangunan yang saling menguatkan.

Ibaratnya satu tubuh jika ada anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit. Lihatlah ketika kaki kita sakit, bibir akan merintih dan mata akan mengeluarkan air matanya. Tangan akan bergerak untuk menyentuh agar rasa sakit itu sedikit hilang. Itulah gambaran nyata dalam kehidupan sosial. Kalaupun kita tidak ada ikatan darah, andai katapun kita tidak seagama, jikalaupun kita tidak sebangsa setidaknya kita adalah sama-sama manusia, makhluk yang maha kuasa.

Mari kita menjadi muslim yang kuat, kuat jasmani dan rohani, kuat ekonominya, kuat sosialnya, kuat politiknya dan kuat dalam bidang-bidang yang lainya. Baik itu untuk kehidupan di dunia terlebih lagi untuk kehidupan akhirat. Rasulullah bangga dengan ummat yang jumlahnya banyak. Banyak secara kualitas dan kuantitas.

*Guru di SD Muhammadiyah 12

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here