Pelangi Kehidupan #17: Hilang

0
271

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Sedih, jengkel, mangkel, lemes, marah dan segala macam rasa yang berkecamuk dalam dada saat kita kehilangan sesuatu. Pengen marah siapa yang kita marahi. jengkel, mangkel. Yang bisa kita lakukan hanya menahan amarah dan rasa sedih. Sebisa dan sekuat mungkin menahan tangis. Akhirnya, air mata itu jatuh menahan rasa sedih yang menggebu dalam dada.

Siapa yang tidak sedih saat kehilangan sesuatu. Kehilangan benda kesayangan, kehilangan sesuatu yang berharga dan penting, apalagi barang itu menjadi kebutuhan dan sarana dalam beraktifitas. Baik itu barang atau uang terlebih lagi kendaraan bermotor. Rasa seperti itu, pernah saya alami. Saat kehilangan sepeda motor Mega Pro di tahun dua ribu tiga belas. Saat itu sepulang kerja, seperti biasa sepeda motorku saya parkir di dalam kost-kostan. Tepatnya di ruangan belakang yang memang menjadi area tempat parkir. Sore itu menjadi hari terakhir saya menunggangi motorku. Tidak seperti biasanya sehabis memarkirkan motor saya langsung menuju kamarku yang ada di lantai dua. Setelah menaruh tas, saya bersiap untuk mandi setelah seharian berpeluh dengan keringat badan terasa lengket dan tentunya bau badan yang agak menyengat. Setelah mandi, istirahat sebentar sambil menunggu waktu adzan magrib tiba.

Malam itu, entah kenapa tidak merasa lapar pengennya istirahat dan tidur. Biasanya keluar untuk membeli makan atau jajan sekedar mengisi perut. Apa rasa capek seharian bekerja sehingga istirahat lebih nikmat dari sekedar makan malam. Adzan isya terdengar dengan kerasnya, kemudian saya melakukan sholat isya. Istirahat sambil tidur-tiduran dengan menonton acara televisi membuat saya lupa makan. Sampai tertidur dengan pulas. Bukannya nonton televisi justru acara televisilah yang menontonku. Menjelang subuh saya bangun dan menyiapkan diri untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Seperti biasa pagi berangkat kerja. Setelah semuanya perlengkapan siap, saya keluar dari kamar dan turun melewati tangga. Tak ada perasaan apa-apa yang ku rasakan hanya saja, banyak kamar dilantai satu yang masih tertutup dan terkunci. Aku pikir semua orang sudah berangkat kerja. Padahal saya merasa, sayalah yang berangkat lebih pagi tidak seperti hari-hari kemarin. Betapa kagetnya saat saya menuju ruangan belakang, dimana semua kendaraan terparkir disana. Saya lihat kanan dan kiri, motorku kok gak ada. Saya lihat ke depan dan ke belakang lagi untuk memastikan motorku ada apa tidak.

Seketika itulah rasa lemas menggelayuti tubuhku, agak gemetar sambil menahan sedih. Aku sadar motorku hilang dicuri orang. Satu persatu tetangga datang bertanya dan melihat situasi dimana kost-kostsanku menjadi tempat kejadian perkara. Hilangnya kendaraan bermotor. Banyak tetangga menyatakan kesedihanaya dan menyarankan segera melapor ke pak RT. Dari pak RT saya di sarankan langsung melapor ke polsek. Dengan hati sedih aku kuatkan raga ini untuk melapor ke polsek. Sambil membawa beberapa surat termasuk kartu identitas penduduk. Berbagai macam pertanyaan ditanyakan pak polisi baik identitas motorku, keadaan lingkungan sekitar kostku, maupun teman-teman kostku. Dan pertanyaan terakhir dari pak pak polisi. Apakah ada yang di curigai? Sama sekali saya tidak bisa bicara hanya bisa menggeleng. Karena saya tidak bisa menuduh siapa dan siapa. Apa bukti yang saya miliki untuk mencurigai mereka. Setelah laporan selesai saya pulang dengan membaca beberapa lembar surat kehilangan.

Rasa sedih masih bersemayam dalam diri ini selama beberapa hari. Satu-satunya hiburan dan yang menguatkan hati ini adalah iman. Percaya dengan takdir Allah. Bahwasanya Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya. Saya percaya rencana Allah pasti yang terbaik buat saya. Sebaik apapun rencana kita jauh lebih baik rencana Allah buat kita. Sambil terus bermuhasabah diri dan terus memperbaiki diri. saya berharap Allah menggantinya dengan yang lebih baik lagi. Kawan, kadang-kadang kita diuji dengan berbagai macam hal dalam hidup ini. Ada yang diuji dengan kelebihan dan kemewahan harta agar kita semakin bersyukur ataukah semakin ingkar karena kita merasa cukup dan sudah tidak butuh bantuan orang lain. atau diuji dengan kehilangan berbagai macam barang kesayangan dan benda berharga. Apakah kita masih berada di jalanya, masih menjalankan perintah-perintahnya ataukah kita semakin bermaksiat kepadanya. Kawan, kadang ujian itu karena Allah sayang sama kita. Allah itu cinta dengan kita. Dengan ujian Allah ingin menguatkan kita, dengan ujian Allah ingin meninggihkan derajat kita. Dengan ujian itu Allah ingin kita selalu dekat denganNya.

Marilah kita menjadi hamba-hambanya yang selalu bersyukur agar Allah menambah segala macam kenikmatan. Marilah kita bersyukur agar kita bahagia. Bahagia dengan bersyukur, bersyukur supaya lebih bahagia. Ujian kadang berupa kenikmatan dan kesengsaraan. Ketika diuji dengan kenikmatan janganlah sombong dengan apa yang dimiliki teruslah untuk rendah diri karena ini semua hanya titipan Ilahi Rabbi. Ketika di uji dengan kekurangan bersabaralah dan teruslah berusaha yang banyak jangan mengeluh apalagi sampai berputus asa, tak usa membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. semuanya sudah ada yang mengaturnya. Tugas kita hanya berusaha selebihnya bertawakkah kepada Allah swt.

Makanya itu, dari pengalaman yang ku alami. Saya selalu berhati-hati dalam memarkir kendaraan. Ketika motorku diparkir diluar rumah kontrakan selain dikunci setir saya selalu menambahinya dengan gembok. Sebagai bagian dari usaha dan tawakkal saya. Bukankah tawakkal itu setelah berikhtiyar. Berusaha dulu baru menyerahkan semuanya kepada Allah swt. Nabi Muhammad mengatakan kepada sahabatnya Abu Bakar As-Siddiq Sesungguhnya Allah bersama kita setelah mereka berada dalam gua ketika menghindari kejaran dari kaum kafir Quraysi. Kata itu di sampaikan setelah mereka di dalam gua bukan di luar. Itulah tawakkal yang sesungguhnya. Umar bin Khattab juga marah ketika ada seorang pemuda yang berdoa berdiam diri didalam masjid memohon sesuatu tanpa mau berusaha terlebih dahulu. Berusahalah setelah itu baru berdoa. Di manapun dan kapanpun, di tempat yang saya belum mengenali lingkungannya. Saya selalu berhati-hati. di tempat di mana ketika keamanannya kurang aman saya selalu menambahinya dengan gembok selain di kunci setir. Misal ketika saya mampir di toilet POM. walau hanya sekedar buang air kecil motorku selalu aku kunci dan aku gembok. Di minimarket juga begitu ketika keadaan sepi. Kalau ada yang jaga parkir cukup hanya kunci setir saja. Di masjid yang tempat parkirnya terbuka dan tidak ada penjaganya. Sepeda motorku selalu aku tambahin dengan gembok. Ini adalah ikhtiyar saya, bagain dari cara saya menjaga agar tidak hilang lagi. Karena saya sering kehilangan. Mulai dari uang, dompet, hape, dan laptop sampai kendaraan bermotor. Kehilangan sesuatu itu menyedihkan dan menyakitkan. So, mari kita selalu berhati-hati dan selalu mawas diri. ingat pesan bang napi. Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah…. waspadalah.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here