Pelangi Kehidupan #2: Ikhlas

0
226
Ilustrasi diambil dari wahidnews.com

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Kita sering mendengar kata ikhlas dalam berbagai kesempatan. Baik dalam kegiatan bekerja, terlebih lagi dalam hal beribadah. Tapi, apakah kita tahu, apa itu ikhlas? Dan seperti apakah orang yang ikhlas itu? tentu apa yang akan saya jelaskan nanti, tidak akan memuaskan anda. Atau bahkan anda punya pengertian sendiri. Karena perbuatan ikhlas yang tahu hanya pelaku dan sang pencipta, sang maha pembolak-balik hati manuisa. Yakni Allah SWT.

Ikhlas secara bahasa berarti bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutuhkan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal. Sedangkan menurut istilah adalah niat mengharap ridho Allah saja dalam beramal tanpa menyekutuhkan-Nya dengan yang lain.

“ Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaatiNya. Semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah; 5)

Banyak orang memberikan contoh tentang ikhlas. Ikhlas itu seperti membuang kotoran. Kita tidak akan mengingatnya kembali, kita benar-benar melupakannya. Seperti itulah gambaran tentang ikhlas, setelah kita melakukanya, maka tak perlu lagi untuk mengungkit-ngungkit kembali agar kita mendapatkan pahala dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Sebenarnya saya kurang sreg dengan ilustrasi yang di sampaikan tentang ikhlas. Kenapa, karena yang kita buang atau yang kita berikan itu adalah barang yang tidak kita butuhkan, apalagi yang kita inginkan. Jadi tidak perlu dan tidak akan menyesal kita memberikanya apalagi mengingatnya kembali. Bahkan, kita senang karena barang itu tidak menjadi beban buat kita. Coba kalau barang yang kita berikan atau yang kita kasihkan itu barang terbaik dari yang kita miliki, apakah kita ikhlas memberikanya, mampu melakukanya, segera kita melupakannya, terus mengingat-ingatnya, menyesalkah kita atau kita justru senang?

Mari kita belajar tentang ikhlas pada akar. Akar yang terletak di bawah menerima asupan gizi berupa air. Air adalah makanan terbaik yang akan di salurkan pada pohon, akar akan menyalurkan makanan terbaiknya pada batang sedangkan batang akan menyalurkanya pada ranting dan ranting akan menyalurkanya pada daun sehingga sebuah pohon akan menghasilkan buah yang terbaik. Dan manakah yang banyak mendapat pujian diantara akar, batang, ranting, daun dan buah. Tentu, buahlah yang paling berbahagia dengan sanjung dan puja pujinya. sedangakan akar tidak pernah protes atau menyesal dengan apa yang di lakukannya. Akar memberikan yang terbaik dari apa yang di milikinya tapi jauh dari sanjung dan puja.

Menurut sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW, yakni Ali bin Abi Thalib. orang yang riya memiliki ciri, malas jika sendirian dan rajin jika di hadapkan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika di puji dan semakin berkurang jika di cela.

Semoga kita semua bisa ikhlas dalam segala hal dengan cara senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam berbuat, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian atau celaan. Selalu menjaga dari segala yang di haramkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia terlebih lagi jauh dari mereka. Tujuan kita hanya satu mencari ridho Allah SWT bukan ridho dan puja puji manusia. Teruslah kita memperbaiki diri sambil belajar dan beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, di lihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena kita yakin Allah maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun. Semoga kita termasuk orang-orang yang ikhlas dalam beramal dan terhindarkan dari sifat riya.

*Guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya (sdm dubes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here