Pelangi Kehidupan #20: Hujan

0
536
Foto diambil dari jogya.tribunnews.com

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Allahumma shoyyiban nafi’an”Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat
Hujan adalah proses jatuhnya sejumlah zat cair yang berasal dari atmosfer bumi yang memiliki wujud baik itu cair maupun beku yang turun ke bumi. Di musim kemarau yang seperti ini, hujan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tentunya sangat menyejukkan. Di samping itu, hujan juga dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman yang menjadi harapan dari semua para petani. Tentu saja hujan seperti ini, hujan yang mendatangkan manfaat bukan sebaliknya yang mendatangkan musibah. “Dan kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang di ketam”. (QS. Qaaf : 9)

Dari air hujan inilah manusia mendapatkan berbagai macam kenikmatan. Air hujan dapat menyuburkan tanah yang tandus dan menjadikan tanah-tanah tersebut menjadi subur dan menumbuhkan tanaman-tanaman dan buah-buahan sebagai sumber makanan untuk manusia. “Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmatNYA (Hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu, maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. (QS. Al-A’raf  57)

Tanpa hujan manusia akan mengalami kekeringan, ketika kekeringan manusia akan mengalami kelaparan karena kurangnya sumber makanan dan minuman. Hujan akan datang sesuai dengan siklusnya. Hujan tidak akan datang tiap hari dan tiap saat. Jikalau hujan datang dan menyebabkan musibah seperti banjir dan longsor. maka, itu adalah sebab dari perbuatan manusia sendiri. Manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan, manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap alam sekitar seperti membuang sampah sembarangan, menebangi hutan secara liar tanpa melakukan reboisasi. Manusia seringkali kufur nikmat daripada syukur nikmat. Seharusnya manusia bersyukur  karena hujan adalah nikmat yang  Allah berikan sebagai sumber rezeki “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahuinya” (QS. Al-Baqarah : 22)

Air adalah sumber kehidupan, bahkan bumi yang kita huni ini sebagian besar di penuhi oleh air. Dalam diri manusia juga di dominasi air. Air menjadi kebutuhan dasar bagi manusia dan air hujan adalah sumber air di muka bumi kita. Kita bisa membayangkan sendiri apabila tanpa air hujan yang Allah turunkan dengan segala hukum alam yang di aturNya dengan kebesaranNya tentu manusia tidak bisa menikmati rezeki dalam bentuk kesucian dan kebersihan diri.

Seperti kita ketahui bahwa kebersihan dan kesucian diri adalah awal dari kesehatan lahir dan batin diri manusia. Antara lain, untuk berwudlu, mandi, membersihkan kotoran, mencuci, dan menjaga kenetralan suhu udara dalam tubuh. “(Ingatlah,) ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripda-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan  kamu dengan hujan itu dan menghilangkan  dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh denganya telapak kaki(mu) (QS. Al-Anfal : 11)

Dan dalam keadaan hujan adalah waktu yang tepat untuk kita berdo’a. Karena di saat itu adalah saat-saat waktu yang mustajabah. Sebagaimana sabda rasululah SAW “ Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan : bertemunya dua pasukan, menjelang sholat dilaksanakan, dan saat hujan turun”  juga jangan lupa ketika hujan turun sebagai rasa syukur kita harus berdo’a “Allahumma shoyyiban nafi’an” Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.

Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. Dan Dialah yang maha pelindung lagi Maha Terpuji” ( QS. Asy Syuraa : 28)

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here