Pelangi Kehidupan #6 :Bermain adalah Dunia Anak

0
222
FotO diambil dari citrawanita.com

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Bermain adalah Dunia AnakBermain adalah Dunia Anak Bagi anak-anak bermain adalah sesuatu yang menyenangkan. Tak peduli di manapun, dan kapanpun. asalkan bisa berlari-lari, melemparkan sesuatu atau berteriak dengan sekencang-kencangnya. Menggunakan benda atau tidak menggunakan benda. Sendiri atau bersama-sama, di tempat terbuka atau di tempat tertutup asal anak bisa mengungkapkan segala perasaan dan keinginannya itulah yang di maksud dengan bermain bagi anak-anak. Tentu kita semua senang dan bangga melihat anak-anak kita bisa mengekspresikan keinginannya tanpa paksaan dan perintah dari kita sebagai orang tua.

Bermain bagi anak-anak adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa di elakkan lagi. Bermain menjadi kebutuhan primer bagi anak. Karena, dengan bermain anak akan belajar berbagai macam hal. Anak belajar tentang kemandirian, tanggung jawab dan rasa percaya diri, peduli sesama, tenggang rasa, kerja sama, serta jiwa pantang menyerah dan tidak putus asa.

Dengan bermain, anak juga mengenal  lingkungannya dan belajar melakukan apa terhadap lingkungan yang menjadi tempat bermainnya. Lihatlah bagaimana anak belajar bersosialisai terhadap teman-temannya, belajar berbicara dan berkomunikasi terhadap teman yang dikenalnya maupun kawan yang tidak di kenal. Dengan bermain juga dapat melatih rasa keingintahuan anak terhadap sesuatu yang dilakukan. Disinilah anak bisa belajar memecahkan masalah yang sedang di hadapinya.

Banyak orang tua yang melarang anak-anaknya untuk bermain karena dengan bermain akan mengurangi waktu belajarnya dan kebanyakan bermain  juga menjadikan salah satu sebab menurunya prestasi sekolah bagi seorang anak. Pendapat semacam ini tidak bisa kita salahkan, juga tidak bisa kita benarkan secara keseluruhan. Banyak anak-anak yang prestasinya baik tidak melulu belajar di rumah dan di tempat les. Bahkan di tempat bermain juga bisa jadi sarana tempat belajar yang mengasikkan. Tapi, tidak sedikit juga dari anak-anak yang prestasinya kurang baik karena terlalu banyak bermain.   Jadi kapankah waktu yang tepat untuk anak bermain.

Inilah yang menjadi tanggung jawab orang tua. Orang tua  juga harus belajar supaya mengetahui kapan waktu yang terbaik buat anak-anak bermain. Dan permainan apakah yang sesuai dengan usia anak-anak. Bagi orang tua yang punya anak balita bermain di tempat terbuka sangat mendukung bagi kesehatan fisik dan motorik anak tersebut. Selain itu juga sangat mendukung untuk tumbuh kembang anak tersebut. Tentu harus ada pengawasan dari para orangtua.

Pada orang tua yang punya anak diusia pra sekolah, seperti taman kanak-kanak. Namanya juga taman, tentu sesuatu yang menyenangkan. Belajar sambil bermain, bermain sambil belajar. Apalagi permainan itu melibatkan seluruh aspek, baik kognitif maupun psikomotor tentu ini lebih menyenangkan. Membaca sambil bermain, menulis sambil bermain, dan berhitung sambil bermain. Bermainlah sebelum permainan itu di larang. Karena bermain adalah hak anak. Supaya tidak dikatakan masa kecil kurang bahagia karena kurang bermain.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang bijaksana dengan cara berperan serta untuk terlibat dalam permainan, mendampingi, dan mendukung kegiatan bermain yang dilakukan anak.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here