Pelangi Kehidupan #7: Tetangga

0
573
Foto cuplikan adegan film tetangga masa gitu diambil dari You Tube

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya“

Tetangga atau dalam bahasa arab disebut dengan kata Al-Jaar berarti orang yang bersebelahan denganmu. Ada juga yang mengatakan tetangga itu adalah empat puluh rumah yang bersebelahan dengan rumah kita, baik itu di samping kanan rumah, samping kiri rumah kita, depan rumah kita dan empat puluh rumah yang ada di belakang rumah kita. Itulah yang di sebut dengan tetangga, ada juga yang disebut dengan tetangga desa.

Manusia sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Dan tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita. Maka dari itu islam sebagai agama yang paling sempurna menyebut bahwa menghormati tetangga termasuk bagian dari iman kepada Allah dan hari akhir. Kita hidup di zaman yang penuh dengan kesibukan, sehingga terkadang kita meremehkan hak-hak tetangga. Kita sibuk dengan diri kita sendiri sampai tak tahu dan tak kenal tetangga, dikarenakan terbatasnya bersosialisasi karena kita merasa mampu berdiri di kaki kita sendiri.

Dalam sebuah hadits salah satu sumber kebahagiaan adalah tetangga yang baik. Bayangkan kalau anda memiliki tetangga yang kurang baik, tidak ramah, selalu bikin masalah. Sebaik dan sebagus apapun rumah anda, walaupun pagarnya setinggi penjara tidak ada kenyamanan dan kebahagiaan apalagi keamanan yang kau rasakan. tetapi jika tetangga itu baik, ramah pada kita, tidak buat masalah, saling tegur sapa, saling bantu membantu inilah yang menjadi kunci kenyamanan dan kebahagiaan dan rasa aman.

Maka, dalam bahasa jawa ada isitilah “mangkok luwe kuat soko tembok” yang berarti mangkok lebih kuat dari pada pagar. Ini disebabkan karena kita seringnya berbuat baik kepada tetangga, suka memberi, suka membantu tak pernah membuat masalah dengan tetangga. Sehingga ketika anda bepergian atau sedang tidak ada dirumah. Tetangga andalah yang menjaga dan mengawasi rumah anda. Terlebih lagi ketika kita punya hajatan tetanggalah yang paling banyak membantu pekerjaan kita.

“Empat hal yang termasuk kebahagaiaan : wanita yang sholihah, rumah yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang menyenangkan. Dan empat hal yang termasuk kesengsaraan : tetangga yang jelek, wanita yang jelek, rumah yang sempit dan kendaraan yang menyusahakan”

Adapun untuk menjaga keharmonisan dalam bertetangga kita harus tahu hak-hak tetangga. Demi berlangsungnya hidup yang nyaman dan tenang kita harus melakukan beberapa hal yang bisa menciptakan kebahagiaan tersebut.

Pertama, memuliahkanya. Terhadap tetangga kita saling memuliakan, karena sikap ini menjadi ciri khas seorang muslim. Dengan memuliahkan tetangga, insya Allah tetangga juga akan memuliahkan kita.

Kedua, Ta’ziyah ketika mereka mendapat musibah dan mengucapkan selamat ketika mendapat kebahagiaan. Selama tidak menyangkut aqidah tetaplah menjalin hubungan baik dengan tetangga kita. Menjenguk jika sakit dan memberikan bantuan ketika mendapat musibah, menjalin komunikasi dengan baik dalam bermasyarakat dan bersosialisasi dalam hidup dan kehidupan.

Ketiga, peduli dan perhatian kepadanya. Rasa peduli akan menumbuhkan rasa empati dengan sikap itulah hidup akan semakin hidup. Bukan acuh tak acuh dengan tetanggga, tapi tunjukan sikap peduli kita dengan bertegur sapa sebagai sesama tetangga. Setidaknya inilah dakwah kita kepada mereka.

Ke empat, tidak kenyang dalam keadaan tetangga lapar. Saling bantu-membantu, saling beri-memberi, dan saling bagi-berbagi. Sikap seperti ini yang dapat menciptakan “mangkok lebih kuat daripada tembok”.

Kelima, mencintai mereka. Sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Walaupun kita tidak ada ikatan aqidah, setidaknya kita saudara sesama manusia.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here