Pelangi Kehidupan #8: Ach Teori

0
159
Foto diambil dari Lentera Kecil

KLIKMU.CO

Oleh: Dzanur Roin*

Sebuah teori berasal dari aktifitas percobaan yang menghasilkan rumusan atau tata cara tentang sesuatu sehingga tercatatlah sebuah kesimpulan. Teori yang satu dengan yang lainya tentu sangat berbeda karena perbedaan tersebut dipengaruhi oleh ruang dan waktu dari sebuah penelitian. Disamping itu juga sarana dan prasana yang dipakai juga ada perbedaan, akan tetapi peneliti yang satu dengan yang lain akan saling melengkapi, begitu juga dengan hasil penelitianya akan saling menyempurnakan.

Begitulah manfaat dari sebuah penelitian. Saya bukanlah orang yang anti dengan teori tetapi bukan juga pengikut setia dari teori-teori tertentu. Misal dalam pembelajaran, saya akan memakai beberapa teori bahkan mungkin juga memadukan satu teori dengan teori yang lain selama itu memungkinkan dan tentunya berguna dalam proses pembelajaran. Atau mungkin memakai teori baru hasil karya sendiri. He he he Dalam sebuah kelas ada banyak macam peserta didik, tentu berbagai macam pula karakter dari peserta didik. Karakter yang satu dengan karakter yang lain tentu berbeda.

Di sinilah peran sebuah teori. Teori memudahkan kita untuk mengenal gaya belajar peserta didik. Ada yang cepat faham dan mengerti dalam menerima materi, ada yang sedang tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Dan adapula yang prosesnya lambat. Yang cepat dan yang sedang tentu sedikit tidak ada masalah. Tapi, bagaimana dengan yang terlalu lambat tadi. Kita samakan kasihan yang punya kemampuan lamban. Kita pelankan kasihan juga yang punya pemahaman agak cepat. Maka disinilah kita memakai teori-teori tersebut atau bahkan memadukan antara teori sesuai dengan kebutuhan.

Ingatlah tidak ada peserta didik yang bodoh yang ada hanyalah kita belum menemukan cara atau gaya belajar siswa. Begitu nasehat dari sebuah yang berjudul Sekolahya Manusia sebuah karya dari Munib Chatib  Dengan teori kita bisa melakukan pendekatan terhadap kemampuan anak, juga mampu meringkas dan menjelaskan dengan cara yang mungkin lebih mudah pada pemahaman peserta didik.

Bagi seorang pendidik teori sangat bermanfaat diantaranya adalah membantu pendidik untuk memahami bagaimana siswa belajar, membimbing pendidik untuk merancang proses pembelajaran, memandu pendidik untuk mengelolah kelas, membantu pendidik untuk mengevaluasi proses serta hasil belajar peserta didik, membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan produktif, membantu pendidik memberikan dukungan dan bantuan kepada peserta didik, dan yang terakhir dengan menggunakan teori dapat mencapai hasil prestasi yang maksimal.

Bagi seorang pendidik tidak ada sesuatu hal yang paling membahagiakan dan memuaskan kecuali melihat dan mendengar prestasi-prestasi anak didiknya. Baik itu prestasi akademik maupun non akademik. Di situlah kemuliaan seorang pendidik, seorang pendidik tidak akan merasa iri ketika melihat dan mendengar anak didiknya lebih pandai dan lebih sukses dari gurunya sendiri. Justru itulah kebahagian sejati bagi seorang guru.

Terima kasih untuk semua guru-guruku tanpamu apa jadinya aku. Dan semoga apa yang “panjenengan” sampaikan, ajarkan, contohkan menjadi ladang amal jariyah.

*Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here