Pemahaman Islam Wasathiyah Jadi Syarat Mahasiswa Kuliah ke Timur Tengah

0
157
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno (tengah) saat pembahasan persiapan seleksi mahasiswa S-1 ke Timur Tengah. (Kemenag)

KLIKMU.CO – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag Suyitno meminta para calon mahasiswa yang akan menjalani studi sarjana (S-1) ke Timur Tengah agar memiliki tiga syarat. Hal itu disampaikan dalam agenda mematangkan persiapan seleksi calon mahasiswa S1 (sarjana) ke Timur Tengah tahun 2021, Selasa (2/3/2021). 

Apa saja tiga syarat itu? Pertama, kemampuan bahasa yang bagus sebagai ilmu alat dalam belajar dan komunikasi. Kedua, kompetensi akademik yang kuat agar proses pembelajaran bisa selesai dengan tepat waktu.

“Ketiga, memiliki komitmen wawasan kebangsaan terhadap NKRI dan pemahaman Islam wasathiyah,” ujarnya.

Bahasan lain yang disampaikan terkait dengan prosedur keberangkatan penerima beasiswa. Suyitno menambahkan, semua proses pemberangkatan mahasiswa ke Timur Tengah harus dilakukan dengan aturan dan regulasi yang telah diatur oleh negara. Jangan sampai ada pemberangkatan yang tidak sesuai prosedur lagi. 

Sementara itu, Staf Khusus Menag Bidang Kerja Sama Nuruzzaman menyoroti pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam seleksi mahasiswa S-1 ke Timur Tengah. Apalagi, sebelumnya, seleksi sempat ditunda tahun 2020 karena situasi pandemi Covid-19.

Ia menuturkan, jumlah mahasiswa yang belajar di Mesir saat ini cukup banyak. Komitmen Kemenag salah satunya adalah bagaimana negara hadir untuk mereka yang sedang belajar di LN, khususnya di Mesir. “Meskipun belajar dengan biaya mandiri, harus menjadi perhatian serius kita untuk melakukan pembinaan,” tutur Nuruzzaman. 

Sementara itu, proses seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Akibat adanya pandemi Covid-19, seluruh proses seleksi tahun ini dilaksanakan secara online berbasis computer based test/CBT. 

Lalu, seleksi akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu CBT dan wawancara. Tahun ini seleksi pada tahap wawancara dengan materi hafalan Al-Qur’an, baca kitab kuning, serta wawasan keislaman dan kebangsaan.

Rencananya, proses pendaftaran dilaksanakan pada April 2021 dan diumumkan lebih lanjut melalui surat resmi. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here