Pembelajaran di Masa Covid-19 Sudah “Sesak Napas”, maka Perlu “Napas Buatan”

2
2286
Hery Yanto The saat mengisi webinar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM).

KLIKMU.CO – Pandemi Covid-19 menuntut pembelajaran bermigrasi dari ruang-ruang kelas ke ruang-ruang digital melalui berbagai macam platform. Sayang, tuntutan ini belum sepenuhnya diiringi oleh daya dukung yang memadai, baik dari aspek infrastruktur maupun SDM. Dampaknya, tak hanya pembelajaran yang kurang optimal, guru pun “disenggol” profesionalitasnya.

Melihat fenomena tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) menggelar webinar sebagai acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 (5/5). Dalam sesi “Pembelajaran Asyik di Masa Covid-19”, FKIP UMM menghadirkan sejumlah pakar untuk memberikan pandangannya seputar pembelajaran di masa pandemi.

Webinar ini menghadirkan pemateri, di antaranya Drs Suparto MPd (dosen FKIP UMM) dan Herry Yanto The PhD (Dosen Zhejiang University, China). Mengawali paparannya, Soeparto mengatakan, saat ini pembelajaran daring itu cenderung menjadi tugas daring. “Nah, karena banyak tugas, maka ‘sesak napas’. Sehingga, perlu ‘napas buatan’ supaya ada kehidupan dalam kegiatan pembelajaran kita,” ungkapnya.

Menariknya, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini menyatakan bahwa Covid justru membuat pembelajaran mencapai titik kodratnya. Pembelajaran tahun 2020 sudah seharusnya didominasi daring. Dengan kata lain, Covid-19 membersihkan residu-residu pembelajaran konvensional.

Lebih lanjut, asisten Prof Dr Muhadjir Effendy saat menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengungkap ada tiga saluran “napas buatan” pembelajaran daring, yaitu presence, awareness, dan empathy. Keberadaan guru tetap penting dalam pembelajaran daring. Tetapi, guru berfungsi sebagai tour leader pembelajaran, bukan source of knowledge. Guru dituntut untuk tetap bisa menciptakan hubungan antarindividu dan mengondisikan siswa berbagi perspektif.

“Dalam aplikasi pembelajaran daring di masa covid ini, saya menawarkan salah satu model, yaitu Rigor Framework. Pada intinya, kita tetap harus mengasah dan mengoptimalkan keterampilan berpikir siswa sampai pada tahap berpikir kompleks untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai situasi,” tuturnya.

Sementara itu, pemateri kedua sejak awal langsung mencontohkan aktivitas apersepsi dalam pembelajaran daring yaitu melalui survei daring di easypolls.net untuk menarik perhatian siswa di awal pembelajaran.

Menurut Hery Yanto The, tantangan pendidikan profesional berkisar di ranah adaptive and technology integration, blended learning, artifivial intelegence, flipped classroom, individualized learning, MOOC, online lab, dan open education resources. Transformasi dan lompatan inilah yang mau tidak mau harus dihadapi guru-guru dewasa ini. Namun, dalam pandangan dosen Zhejiang University ini Indonesia dapat dikatakan dapat beradaptasi dengan cepat.

“Indonesia yang saya rasakan dapat mengadopsi hal ini dengan cepat. Selama pandemi ini webinar begitu banyak, pembelajaran daring meskipun banyak kesulitan tetap berjalan penuh semangat. Jadi, saya yakin kita bisa melakukan lompatan yang cepat untuk mengadopsi segala sesuatu yang baru, yang kita sudah cukup tertinggal sebenarnya,” pungkasnya sebagai penutup.

Para peserta mengapresiasi kegiatan webinar ini. Pasalnya, materi yang disampaikan oleh narasumber benar-benar relevan dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Mereka pun berharap FKIP UMM dapat sering mengadakan kegiatan semacam ini.

“Terima kasih atas ilmunya. Sangat bermanfaat untuk kami. Kami antusias sekali sampai batas waktu pun masih ada pertanyaan. Semoga acara demikian sering diadakan untuk mengisi waktu dalam social distancing ini,” tukas Sri Endang Kusumawati, guru SMAN 2 Magetan.

Sementara itu, tak tanggung-tanggung jumlah peserta yang mengikuti Webinar kedua ini mencapai 775 orang yang terbagi dalam dua platform yakni Zoom dan live streaming youtube UMM. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta webinar. Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa. Hari ini tercatat ada 775 peserta, sehingga jika ditotal dengan webinar kemarin jumlah peserta mencapai 1.300,” ujar Husamah MPd selaku ketua pelaksana. (Achmad San)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here