Pemerintah Hapus 5 Hari, Cuti Tahun Ini Tinggal 2 Hari Saja

0
329
Menteri PMK Muhadjir Effendy. (Humas Kemenko PMK)

KLIKMU.CO – Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan perubahan cuti bersama tahun 2021. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama Tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Rapat juga dihadiri Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemenaker, Asops Kapolri, dan pejabat eselon 1 K/L terkait.

“Dalam surat keputusan bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, cuti bersama dikurangi dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam rapat koordinasi di kantor Kemenko PMK, Senin (22/2/2021).

Cuti bersama 2021 yang dipangkas sebanyak 5 hari adalah 12 Maret (cuti bersama dalam rangka Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW), 17 hingga 19 Mei (cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah), dan 27 Desember (cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal 2021).

Sementara itu, cuti bersama yang tetap adalah 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021. Muhadjir menyatakan, pertimbangan masih diberikan satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri dan satu hari menjelang Natal agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat.

“Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya,” imbuh Muhadjir.

Menko PMK menjelaskan beberapa alasan pengurangan libur. Salah satunya, kurva peningkatan Covid-19 belum melandai meski berbagai upaya sudah dilakukan. Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Mobilitas masyarakat juga cenderung naik. Sementara itu, program vaksinasi sedang berjalan.

“Karena itu, pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat,” tuturnya.

Pemerintah juga tetap mengimbau masyarakat agar menjalankan 5M dan berusaha bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19. “Sekali lagi ditegaskan bahwa cuti bersama 2021 dipotong 5 hari dari 7 hari yang ada,” tandas Menko PMK. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here