Pemilu Lima Kotak Lagi, Tragedi 2019 Bakal Terulang

0
169
Foto diambil dari Perludem

KLIKMU.CO – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengomentari mandeknya revisi UU tentang kepemiluan. Perludem menilai seyogianya revisi UU terkait kepemiluan dilaksanakan seluruhnya. Baik terhadap UU Pemilu maupun UU Pilkada.

Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, revisi UU Pemilu bisa memperbaiki seluruh persoalan yang terjadi dalam pergelaran pemilu di Indonesia. Tidak cukup jika revisi dilaksanakan terhadap UU Pemilu saja tanpa mengubah UU Pilkada.

“Menurut kami, tentu harapannya revisi UU Pemilu ini bisa memperbaiki secara keseluruhan permasalahan yang ada dalam pemilu kita,” kata Khoirunnisa kepada dikutip dari laman Perludem, Selasa (23/2/2021).

Menurut Khoirunnisa, ada hal yang perlu direvisi dalam UU Pemilu. Akan tetapi, keserentakan pemilu dan pilkada juga perlu diubah karena akan membawa kompleksitas pada 2024 mendatang.

“Jika pemilu lima kotak masih dipertahankan, bisa terulang masalah pada Pemilu 2019. Ditambah akan sangat kompleks masalah tersebut karena jadwal Pemilu 2024 berimpitan dengan pilkada,” terangnya.

Pemilu serentak 2019 lalu memang meninggalkan tragedi. Salah satu yang paling disorot adalah meninggalnya 894 petugas KPPS akibat pola kerja yang sangat menguras energi.

Karena itu, lanjut Khoirunnisa, MK telah menyebut bahwa pertimbangan memilih jadwal keserentakan pemilu harus melihat beban kerja bagi penyelenggara. “Mahkamah Konstitusi dalam Putusan No 55/2019 menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dalam memilih jadwal keserentakan harus juga mempertimbangkan beban kerja yang wajar bagi penyelenggara pemilu,” kata dia.

Sebelumnya, PDI Perjuangan membuka peluang untuk revisi UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Namun, sikap PDIP tetap menolak perubahan jadwal pilkada.

“Untuk pilkada tetap 2024, sedangkan untuk revisi UU No 7 Tahun 2017 (UU Pemilu) kita buka peluang untuk direvisi,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Senin (22/2/2021). (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here