Pemilu Sebentar lagi, Masyarakat harus cerdas

0
157

Oleh : IMMawan Farhan Ulil Mu’tamar Burhan
Ketum PK. IMM Salman Alfarisi Bojonegoro

KLIKMU.CO

Musim kemarau masih meradang di Indonesia, panas berkepanjangan yang tak kunjung usai. Panas berkepanjangan juga dialami dalam kontestasi berpolitikan kebangsaan ini. Kampanye Pilpres dan juga Pilleg sudah mulai berjalan, persiapan pendaftaran sudah usai, tanda bahwa pertempuran strategi dan ambisi mendapatkan kedudukan akan dimulai.

Dalam kurun waktu 7 bulan ke depan para politisi akan menyiapkan diri untuk tampil selayaknya seorang abdi negara yang bertanggung jawab, adil, dan menyejahterakan rakyat.

Semua calon baik presiden atau legislatif bak malaikat yang sanggup akan menyelesaikan persoalan bangsa. Begitu juga capres dan cawapres.

Lihat kasus korupsi di daerah Malang, yang malangnya menyeret 41 dari 45 anggota DPRD Malang, cukup absurd bukan? Juga kasus e-KTP oleh Setyo Novanto dengan kasus korupsi yang luar biasa mencekik uang Negara, dan anehnya ketika Tim dari Mata Najwa berkunjung dilapas para napi koruptor banyak keganjalan-ganjalan terjadi.

Miris, hukuman pun bisa diperjualbelikan. Seperti fasilitas, sikap dari petugas amat sangatlah berbeda, maka tamatlah riwayat orang miskin jika salah sedikit saja akan sengsara sampai mati di Negeri sendiri, seperti Dejavu ditahun lalu.

Dalam teori Simulacra yang dikemukakan oleh Jena Baudrilard, bahwasanya teknologi akan menimbulkan negative impact ketika suatu barang yang biasa-biasa saja akan nampak luar biasa setelah melalui proses teknologisasi, jika dalam lingkup pemasaran ekonomi. Akan sangat menipu konsumen yang melihat promosi-promosi yang beredar, pembodohan moral-lah yang akan terjadi karena belum tentu kenyataanya barang tersebut sebagus yang dipromosikan.

Teori ini lah yang sangat menakutkan ketika para calon Pemimpin Negara dan wakil rakyat kita, mempoles dirinya lewat tipu daya yang dihasilkannya. Promosi yang dilakukan mungkin akan sangatlah up normal untuk menutupi kesalahan demi kesalahan agar dapat mencalonkan diri dan terpilih. Medsos sangatlah senjata paling jitu untuk menutupi kesalahan dan memunculkan kesalahan dari lawan, dan tak bisa dihindari lagi jika pengguna medsos kini tak faham alur dan apa yang sebenarnya terjadi.

Bojonegoro yang sebentar lagi akan mengadakan pilleg haruslah berhati-hati, jangan sampai kasus di Malang terjadi kembali. KPU Bojonegoro harus mengkaji ulang terkait caleg yang mantan napi tapi mencalonkan lagi, parahnya rumor yang beredar ada satu caleg dari salah satu partai tertentu adalah mantan napi korupsi, ini sangatlah membahayakan jika dibiarkan. KPU tidak boleh membiarkan ini terjadi, jika memang sudah tidak bisa di gantikan paling tidak KPU Bojonegoro harus mengambil sikap transparan terhadap masyarakat, jangan sampai masyarkat menjadi tumbal dari tipu daya calon wakil rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here