Pemprov Jatim Akan Produksi Massal Desain APD RS UMM

0
233
Desain APD UMM yang akan diproduksi secara massal oleh pemprov. (UMM untuk Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Upaya menghentikan persebaran Covid-19 tidak bisa dilakukan hanya satu-dua pihak. Butuh urun tangan seluruh elemen masyarakat. Termasuk kontribusi yang diharapkan dari perguruan tinggi, antara lain Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dalam hal sumbangsih penyediaan inovasi teknologi.

Pemerintah pun mengapresiasi Kampus Putih, julukan UMM. Misalnya, baru-baru ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah mengoordinasikan upaya pembuatan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis yang menangani Covid-19. Yakni, dengan mempertemukan penyuplai bahan baku dengan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) yang memproduksi baju APD.

Emil Elestianto Dardak, wakil gubernur Jatim, dalam sebuah kesempatan Sabtu lalu (28/3) mengatakan, Pemprov Jatim sangat hati-hati dalam upaya pengadaan APD untuk petugas medis ini. Sebab, harus sesuai dengan standar keamanan bagi pemakainya.

“Kami juga secara sangat hati-hati. Karena ini keperluan medis, tidak bisa asal ada,” ujar Emil.

Pemprov Jatim, kata Emil, juga telah meminta blue print baju pelindung diri Coverall dari RS UMM untuk diproduksi lebih banyak.

“Kami sudah kontak dengan RS UMM di sana sudah membuat APD menggunakan dua bahan Parasut Ripstop T190 atau Poly Propylene Spun Bonded. Pakaian ini sudah bisa memberikan pakaian kedap dari cairan,” kata Emil.

Bakorwil sekarang tengah berkoordinasi dengan UMM untuk memproduksi sesuai standar, karena setelah dijahit harus disemprot disinfektan.

Hingga berita ini dirilis, beberapa pihak juga tertarik untuk memproduksi secara massal. Misalnya, penjajakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Contoh dan blue print desain APD RS UMM sudah diterima pihak Pemprov Jawa Tengah.

Sementara itu, dr Thontowi Djauhari, ketua Satgas Penanganan Covid-19 RS UMM, membenarkan bahwa Bakorwil Malang telah mengambil blue print desain APD Coverall itu. Thontowi optimistis Pemerintah Provinsi Jatim bisa menggerakkan UMKM untuk memproduksinya lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan tenaga medis.

“Saya percaya tim pemprov bisa menggerakkan UMKM untuk memproduksi,” katanya.

Menurut Thontowi, kebutuhan APD di RS UMM sudah mencukupi. Sementara sekarang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi apabila ada lonjakan pasien COVID-19 sebulan ke depan.

Dia juga menghitung, kebutuhan APD untuk menangani Covid-19 paling tidak sekali menangani pasien ditaksir membutuhkan 18 Coverall. Hal itu sesuai dengan perhitungan mulai dari UGD, poli, ruangan dikali tiga sif.

“Maka dari itu, minimal rumah sakit itu sedia 1.000 Coverall. Karena perang kita dua bulan lagi. Untuk APD biasa minimal punya 4.000. Kalau pakai yang mahal semua bisa kolabs rumah sakit,” katanya.

Menurut Thontowi, pakaian Coverall yang diproduksi RS UMM di kisaran harga Rp 200 ribu per potong. Hal itu sudah sesuai dengan standar keamanan medis. “Kalau tidak menangani pasien Covid-19 bisa pakai APD yang biasa Rp 50 ribuan,” katanya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here