Pemprov Jatim: Kami Siap Bergerak Mengikuti Kelincahan Gerakan Aisyiyah

0
230
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. (Achmad San)

KLIKMU.CO – Wakil Gubernur Jawa Timur Dr Emil Elestianto Dardak MSc membuka Musypimwil II Aisyiyah Jatim Periode 2015-2020 di Balai Diklat Keagamaan Kemenag Kota Surabaya, Sabtu (4/1/2020). Emil mengapresiasi tema yang diusung dalam musypimwil II kali ini, yaitu Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan.

Menurut mantan bupati Trenggalek tersebut, gerakan Islam berkemajuan cukup tepat digaungkan karena memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap apa yang berkembang di masyarakat. “Sehingga apa yang menjadi sebuah harapan harus ditangkap betul,” ujarnya.

Wagub Emil menekankan dua kata kunci dalam tema itu,yaitu dinamis dan Islam berkemajuan. Sebagai agama, katanya, Islam pasti maju dan berkemajuan karena merupakan agama paling sempurna. “Tapi gerakannya bisa saja tidak (berkemajuan) karena itu kan manusiawi. Nah, gerakan Muhammadiyah pasti maju, bukan mundur,” terangnya.

Di samping itu, Emil memuji kredo yang digaungkan Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan nama “pergerakan”. Bergerak maju berarti harus mengantisipasi perkembangan zaman.

Emil menuturkan, sekarang memasuki era Revolusi Industri 4.0. “Dengan teknologi, yang tadinya pabrik didefinisikan sebagai produksi massal kini mereka membuat sesuatu khusus secara massal. Ada pergeseran paradigma dan perilaku,” jelasnya.

Berbicara disrupsi, kata dia, tidak perlu jauh-jauh. “Aisyiyah punya koperasi?” tanya Emil. “Punya banyaaakk,” jawab hadirin. “Pakai CCTV? Mengawasi CCTV sekarang bisa dari HP (tidak perlu komputer). Itulah bentuk sederhana Revolusi Industri 4.0,” tegasnya.

Tugas Muhammadiyah dan Aisyiyah sekarang, lanjut Emil, adalah bagaimana Islam berkemajuan bisa sampai dan mewarnai era Revolusi Industri 4.0. “Dulu kalau nyari calon mantu barangkali dipilih yang jadi karyawan apa di perusahaan apa. Sekarang beda. Anak zaman sekarang kerjanya di wilayah rintisan usaha atau start-up,” ujarnya.

“Tapi, kalau Aisyiyah nyari mantu dilihat dari akhlak dan karakternya ya yang utama,” kata Emil disambut grrrr hadirin. “Zaman sudah berubah. Hal-hal informal kini bisa memengaruhi sektor formal,” katanya.

Emil Dardak kemudian memaparkan bahwa Aisyiyah sudah menandatangani MoU dengan Pemprov Jatim untuk peletakan batu pertama di daerah Pandaan, Pasuruan. “Daerah Surabaya, Sidoarjo, Tanggulangin, Porong, Pandaan,Lawang, sampai Malang dan Batu akan dijadikan koridor 4.0,” jelasnya. Hal itu akan dijadikan pilot project oleh Kementarian PUPR. “Jadi sepanjang Surabaya-Malang jadi indusrti, dan Aisyiyah sudah memilih lokasi kunci di LIPI daerah Pandaan sebagai investasi masa depan,” ungkapnya.

Di pengujung pidato, Wagub Emil berharap peran Aisyiyah dalam hal pendidikan dan sosial harus terus dikembangkan bekerja sama dengan pemerintah. Menurut Emil, permasalahan itu tidak bisa dipecahkan hanya dengan birokrasi. Mesti ada gerakan masyarakat.

“Kami siap bergerak mengikuti kelincahan gerakan Aisyiyah Jatim,” tegasnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here