Pemuda Milenial Harus Gemar Ngilmu Islam

0
293
Foto Ketua Pemuda Muhammadiyah Kenjeran Habibullah Irsyad saat kajian diambil oleh eko

KLIKMU.CO-Generasi muda mudi yang ditakdirkan hidup di
zaman modern atau era globalisasi yang pada dasarnya adalah westernisasi dan lebih khusus penggiringan kebudayaan
manusia sedunia ke arah proses Amerikanisasi yang pada hakekatnya
adalah upaya Yahudinisasi dan Kristenisasi.

Demikian disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kenjeran Surabaya Habibullah Al Irsyad, M.Pd.I dalam Durling Plus tadarus keliling Siswa SMP Muhammadiyah 15 di rumah Adinda Retno Jl Pogot 6/54 Kenjeran Surabaya, Sabtu (12/1).

Habibullah Al Irsyad, menyampaikan, Dengan senjatanya dalam bidang sains dan teknologi, kita dimanja untuk bisa menikmati produk mereka, tanpa jerih payah. “Anak-anak seusiamu bisa hidup enak. Bisa berpakaian model mereka,
bisa beli makanan selera mereka, bisa berkendaraan buatan mereka. Hidupmu dan yang segenerasi denganmu jauh lebih enak, senang, mudah dan lancar dibanding generasi sebelummu.

“Tetapi enak dan mudahnya hidup apakah sekaligus menjamin bahagia dan selamatnya hidup? Kenapa orang-orang yang secara material serba cukup bahkan melimpah lebih sering stress, frustasi, dan gelisah? Kenapa orang yang semakin tinggi taraf penghidupannya justru semakin turun nilai kehidupannya? Kenapa mereka yang bertumpuk kekayaan dan jabatan justru terpuruk dalam kehinaan dan penderitaan?” Tanya dia kepada peserta durling.

“Kami sebagai guru, orang tua yang ingin bertanggung jawab terhadap anak-anaknya merasa tidak cemas dengan masalah materi, soal makan, minum, pakaian, mainan, jajanan, kesehatan, biaya pendidikan, dan lain-lain, kebutuhan materi kami optimis.

“Tetapi tentang keselamatan, kehormatan, kemuliaan, ketenangan, kebahagiaan dan kesuksesan anak-anak segenerasimu sungguh sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan, kami pesimis.
Problematika kami dalam mengasuh
anak-anak bukan pada proses pertumbuhannya melainkan masalah
perkembangannya. Soal anak-anak bisa ‘mangan wareg, nyandang rapet, turu anget’ (makan kenyang, pakaian lengkap, tidur nyenyak) adalah persoalan yang gampang diatasi, tetapi anak-anak apakah bisa
menjadi generasi yang sensitif, kreatif,dan produktif. Singkatnya, ‘masalah anak bukan sekedar masalah reproduksi, tetapi
justru pada masalah regenerasi,”katanya.

Menurutnya, Diantara masalah berat yang kalian hadapi dalam meraih cita-cita adalah situasi yang ‘trilematis’ yaitu sulitnya kamu menjalani proses hidup di simpang tiga budaya, di tengah-tengah tiga gelombang peradaban yaitu budaya tradisional, modern dan islami.

“Kami ikut merasakan betapa berat, bingung sulitnya kamu menjalani proses perkembangan. Betapa tidak, secara geografis kamu lahir dan dibesarkan di wilayah ‘timur’ sebagai simbol belahan dunia yang masih tradisional, primitif dan berkesadaran mistik. Secara historis
sejarah kamu hidup di zaman modern, yang sekuler, materialistik, sedangkan secara teologi atau keyakinan kamu beragama islam yang dituntut islami, untuk menjadi muslim yang kaffah yang utuh dan yang syamil,” ujar anggota KMM Surabaya itu.

Wakil Ketua Majelis Tabligh PCM Kenjeran itu menegaskan, hidup itu adalah proses untuk memilih atau mengambil keputusan. Jika kamu memahami hidup dengan benar maka kamu harus berani untuk menentukan pilihan. Demi masa depanmu sebagai anak-anak muda maka kamu harus mampu dan berani memilih kepribadian yang sesuai dengan dirimu.

“Allah dengan tegas menyampaikan dalam surat Al baqarah ayat 208 yang artinya Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu,”ucapnya.

Ustadz Habib biasa dia dipanggil, menambahkan, Jika menjadi muslim yang berusaha Islam menjadi pilihanmu, jika selamat dunia akhirat sudah menjadi cita-citamu dan jika situasi kacau, jahiliyah dan dekat dengan kiamat sudah menjadi zamanmu maka kamu harus memiliki kiat-kiat untuk bisa selamat, kiat-kiat untuk menentang arus dan gelombang. Strategi untuk bisa sampai kepada pantai tujuan yang hakiki. Adapun kiat-kiat itu adalah Tetapkan visi dan misi hidupmu dengan jelas, selektiflah terhadap informasi, tingkatkan frekuensi informasi yang islami dan carilah seorang pemandu,” ujarnya.

Diakhir tausiyahnya dia mengajak kepada seluruh siswa, guru SMP muhammadiyah 15 dan jamaah agar memilih lingkungan yang baik.

“Pilihlah lingkungan yang baik, atau cari dan bentuklah lingkungan yang didalamnya memiliki tiga kesepakatan yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, tolong menolong dalam amar ma’ruf nahi mungkar dan menghargai waktu secara positif dan produktif untuk mengimani islam, mengilmui islam, mengamalkan islam, memperjuangkan islam dan bersabar dalam beriman, berilmu, beramal dan berdakwah,” tuturnya. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here