Pemuda Muhammadiyah Bertemu Presiden, Bahas Keislaman dan Keindonesiaan

0
264
Para pengurus PP Pemuda Muhammadiyah berfoto bersama Presiden RI Joko Widodo. (Istimewa/Klikmu.co)

KLIKMU.CO –  Dilansir dari laman Khittah.co, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PP PM) melawat ke Istana Negara dan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (24/1).

Ketua Umum PP PM Sunanto menyatakan, agenda menemui presiden ini bertujuan untuk menyampaikan poin penting menyangkut keislaman dan keindonesiaan.

Beberapa poin itu, kata Cak Nanto, sapaan akrabnya, pertama, moderasi Indonesia dan moderasi Islam menjadi kunci jawaban dari ekstremisme dan intoleransi yang menjadi ancaman nyata bagi persatuan Indonesia. “Moderasi adalah ruang kebajikan dan kearifan sosiologis dan antropologis yang holistik sebagai jalan baru menghadapi radikalisme,” jelasnya.

Sunanto melanjutkan, moderasi Islam menjadi jantung keadaban yang menempatkan agama sebagai ajaran yang positif dan memiliki fungsi penting dalam kehidupan keindonesiaan. Selain itu, menjadi sumber nilai utama yang fundamental berfungsi sebagai kekuatan yang luhur dan memuliakan kemanusiaan.

“Karena itu, mengarus utamakan pendekatan moderasi Islam berati menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam pergaulan antar sesama umat manusia di Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Secara program kerja, lanjut pria asal Madura itu, PP Pemuda Muhammadiyah dalam waktu dekat akan mengadakan Silaturahmi Pemuda Indonesia untuk merumuskan langkah kerja moderasi Islam di Indonesia. “Karena ini bangsa muda, maka perlu dirawat. Kalau perlu juga diruwat,” katanya.

Kedua, kata dia, dalam bidang ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi kurang lebih 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional, Pemuda Muhammadiyah akan melakukan pendampingan 10.000 UKM yg berbasis dusun.

“Saat ini generasi milenial mendominasi bisnis kreatif di Indonesia, dengan rataan 80 persen dari 1,6 juta industri kreatif yang ada. Karena para pelaku ekonomi kreatif rata-rata dalam usia 20 sampai 40 tahun dengan berbagai macam bidang usaha yang mereka geluti. Di sini posisi penting kerja ekonomi Pemuda Muhammadiyah menjadi tulang punggung ekonomi nasional untuk Indonesia Maju,” paparnya.

Ketiga, mengenai persoalan perlu dilakukan mitigasi bencana dan memberikan kesadaran kolektif umat Indonesia supaya tidak merusak lingkungan dan menjaga alam untuk generasi yang akan datang.

“Tentang penanganan korban dan bantuan kemanusiaan banjir dan korban bencana yang melanda di sejumlah daerah Indonesia, respons terbesar dan tercepat yang terorganisasi selain dari institusi negara adalah Muhammadiyah. Muhammadiyah merupakan gerakan sosial-kemanusiaan terbesar di Indonesia. Pemuda Muhammadiyah aktif bergerak menguatkan trisula baru Muhammadiyah melalui MDMC, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Lazismu,” tandasnya.

Ketiganya itu, tambah dia, merupakan gerakan kemanusiaan yang tersistem dan terorganisasi rapi dan bergerak secara nyata untuk membantu masyarakat Indonesia korban bencana. Sejak dulu sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, peran Muhammadiyah sejati-jatinya gerakan kerja nyata, bukan sekadar banyaknya jumlah anggota. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here