Pemuda Muhammadiyah Bubar, Maksudnya?

0
1269
Foto alumni Pemuda Muhammadiyah Bubutan Barat

KLIKMU.CO – Perjuangan membangun Persyarikatan di Muhammadiyah tidak boleh berhenti. Tahun 1974 Pemuda Muhammadiyah Krembangan dan Bubutan masih menjadi satu. Yang dinamakan Pemuda Muhammadiyah Bubutan Barat (Bubar). Hari ini Pemuda Muhammadiyah Bubar Sabtu, 30 November 2019 kumpul kembali. Aktivis yang dulu bergerak berjuang tidak mengenal lelah bersilaturrahim dengan tema: Temu Aktivis Muhammadiyah Bubutan Barat.

Antara Tahun 1970 – 1980 – 1990 Pemuda Muhammadiyah Bubar menelurkan banyak kader hebat ada Abdul Rahem (Ketua Pemuda Muhammadiyah Bubar) yang tahun 1980-1984 Menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Daerah Kota Surabaya, kemudian ada Almarhum Cholil Subari Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, M.Hatta, Agus Rosyid, Halim, Agus Fanani, Soedarjo dll.

Sekitar 50 orang aktivis kumpul dan mengenang masa lalu perjuangan yang hampir semua hidup dan tidur di masjid.

“Saya dulu dengan adik saya tahun 1970 an bersama adik saya Iskandar tidurnya di Masjid Al Fattah Jl. Demak yang sekarang menjadi Nurul Fattah, setiap hari menjadi aktifis masjid, Kata Pak Haji Soleh Tokoh Muhamadiyah Bubutan Barat yang sekarang aktif menjadi Pengurus KBIH Muhammadiyah Surabaya.

“Perjuangan jangan sampai berhenti walaupun tidak menjadi aktifis Pemuda Muhammadiyah harus menyebar menjadi aktifis Muhammadiyah, ingat dalam Surat Muhammad Ayat 7 barangsiapa yang menolong Agama Allah akan diteguhkan kedudukannya, ” Kata Ustad Hatta dalam sambutan awalnya.

Acara yang dipandu oleh Koordinator Kegiatan M. Arif An berjalan gayeng dan penuh kenangan. Masing-masing periode kepengurusan saling berkenalan.

Acara ini bisa menjadi perekat kembali hubungan kita, dan mengingatkan kepada Takmir Masjid agar masjidnya jangan sampai dikunci, Aktivis Bubutan Barat ini adalah produk masjid kader yang tidur di masjid, tidak kayak sekarang masjid banyak dikunci.

“Kami masih ingat betapa Pemuda Muhammadiyah Bubutan Barat selalu menjadi yang terbaik, kala itu sekitar Tahun 1990an mengundang Emha Ainun Najib, Kuntowijoyo, WS Rendra dll. Walaupun tidak memiliki dana, keliling proposal dan usaha lainnya. Manfaat organisasi ini kami rasakan karena kebetulan saya juga merancang draft perda dll, pengalaman menjadi aktivis ini mempermudah urusan kami, ” ujar Agus Rosyid yang sekarang menjadi pejabat di Dinas Sosial Kota Surabaya yang didaulat menjadi RT Aktivis Alumni Pemuda Muhammadiyah Bubar.

Kenangan masa lalu perjuangan yang hampir 30 an tahun bertemu dengan guyub dan saling cerita, sehingga berkeinginan agar bisa ditelurkan di kader-kader Pemuda Muhammadiyah sekarang.

Di akhir acara diadakan sesi foto bersama, dengan wajah gembira para aktivis yang sekarang sudah punya anak dan cucu berharap kegiatan ini dilanjutkan dengan mengajak anaknya masing-masing yang kemudian diadakan pengkaderan sendiri dengan harapan anaknya bisa meneruskan perjuangan orang tuanya. (Zidan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here