Pemuda Muhammadiyah Didaulat Bacakan Naskah Deklarasi Anti-Anarkistis

0
159
Deklarasi anti-anarkistis oleh Polresta Banyuwangi, ormas,OKP. serta Pemuda Muhammadiyah. (Rizkie Andri/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Untuk menjaga situasi dan kondisi Banyuwangi berkaitan dengan berbagai aksi unjuk rasa dan jelang pemilihan kepala daerah serentak desember mendatang, Polresta Banyuwangi menggelar deklarasi bersama Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Tokoh Masyarakat (Tomas), dan Tokoh Agama (Toga), serta sejumlah komunitas, Jumat (16/10/2020). Deklarasi itu diberi nama deklarasi anti-anarkistis.

Turut hadir dalam deklarasi bersama yang dilaksanakan di Ruang Rupatama Wira Pratama Polresta ini Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyuwangi.  Dalam deklarasi ini Ketua PDPM Banyuwangi Lukman Hakim didaulat untuk membacakan naskah pernyataan menolak aksi anarkisme, yang kemudian ditirukan oleh masing-masing perwakilan.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, deklarasi ini digelar dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban serta adanya berbagai aksi unjuk rasa pasca ditetapkannya omnibus law UU Cipta Kerja dan jelang dilaksanakannya pilkada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis hingga turunnya pelajar dalam aksi unjuk rasa yang sebenarnya tidak diperbolehkan untuk mengikuti. Itu sudah diatur dalam undang-undang dan diatur dalam kegiatan pendidikan. Harusnya pelajar ya belajar saja, tidak usah ikut unras,” terang Kombespol Arman Asmara Syarifudin.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banyuwangi sebagai salah satu elemen yang hadir, dalam pernyataannya, mendukung langkah Muhammadiyah menempuh jalur hukum dengan cara judicial review terkait pasal-pasal cipta kerja yang merugikan rakyat. Namun juga tidak mengutuk unjuk rasa menyampaikan pendapat di muka umum. Sebab, itu hak setiap orang yang dilindungi undang-undang dan negara.

“Kami mendukung penuh upaya sigap dari polresta mengadakan kegiatan deklarasi dalam rangka meredam situasi di Banyuwangi agar tetap aman dan terkendali. Dan bagi mereka yang menyalurkan aspirasi karena ini bentuk demokrasi untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, tetap patuhi aturan demi kenyamanan bersama tanpa harus ada perusakan,” ujarnya usai membacakan deklarasi. (Rizkie Andri/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here