Pemuda Muhammadiyah: Pemilihan Rektor UM Sorong Sudah Melalui Proses yang Benar

0
548
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong Imran SPI

KLIKMU.CO – Beberapa waktu lalu muncul berita bahwa bila rektor UM Sorong tidak diganti, Muhammadiyah diminta angkat kaki dari tanah Papua.

Pernyataan ini dinilai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong Imran SPI tidak berdasar. Pasalnya, Papua adalah bagian dari NKRI. Maka setiap warga negara berhak tinggal dan berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selama mematuhi peraturan yang berlaku dan sudah barang tentu mengedepankan kearifan lokal sebagai penghargaan bagi warga asli wilayah tersebut. Pernyataan ini mengandung banyak pertanyaan. Di antaranya, apa kesalahan yang telah dilakukan Muhammadiyah sehingga harus keluar dari tanah Papua?” tanyanya.

Selama ini Muhammadiyah melalui lembaga-lembaga pendidikannya dari PAUD sampai perguruan tinggi telah turut membantu mencerdaskan warga di wilayah Papua dan Papua Barat tanpa memandang agama maupun golongan. “Maka, sangat tidak bijak bila tanpa mempertimbangkan hal ini langsung memberikan statement di atas,” ujarnya.

Demo mahasiswa UM Sorong yang menolak rektor. (Tagar)

Terkait dengan pergantian rektor UM Sorong, menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau yang akrab dipanggil Cak Nanto, adalah hal yang biasa dan telah melalui proses yang benar. Sistem pemilihan di setiap organisasi berbeda. Begitu pula di Muhammadiyah. Senat kampus dengan di fasilitasi BPH (badan pelaksana harian) melakukan pemilihan, kemudian memasukkan 3 nama kepada pimpinan wilayah.

“Pimpinan wilayah memberikan pertimbangan berdasarkan pemahaman agama Islam dan kemuhamadiyahan, kemudian mengembalikan surat tersebut kepada senat kampus dan BPH, yang kemudian meneruskan ke PP Muhammadiyah,” ujar Imran.

“Tanpa mengubah apa pun, 3 nama ini dinaikkan tanpa ditambah embel-embel apa pun. Termasuk siapa yang punya suara terbanyak pada saat pemilihan senat, PP Muhammadiyah yang memutuskan siapa rektor,” tegasnya.

Imran menuturkan, hal ini dikarenakan kampus UM Sorong adalah milik Muhammadiyah. Maka PP yang mengambil keputusan siapa yang akan menjadi rektor berikutnya. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan PP Muhammadiyah, di antaranya adalah lamanya masa jabatan rektor sebelumnya.

“Di dalam organisasi sebesar Muhammadiyah, regenerasi adalah hal yang mutlak dan biasa terjadi. Seperti halnya pergantian rektor di UM Sorong, dipilihlah Dr Muhammad Ali yang telah melalui banyak pertimbangan. “Kita tahu bersama bahwa Pak Dr Muhammad Ali adalah orang yang mendampingi rektor sebelumnya dalam membesarkan UM Sorong sampai sekarang ini sehingga beliau akan lebih mudah menjalankan tugas karena memahami kondisi yang ada,” tandasnya. (Hamdani/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here