Pemuda Muhammadiyah Surabaya Akan Tindak Tegas KPU jika Ngeyel

0
137
Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Surabaya Bahrul Amiq. (klikmu.co)

KLIKMU.CO – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya telah memasuki tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Sebelum masuk tahapan coklit, KPU Surabaya telah melaksanakan rapid test guna memastikan kesehatan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Pemuda Muhammadiyah Surabaya pun mengapresiasi langkah yang dilakukan KPU tersebut. ”Kami apresiasi KPU yang telah melaksanakan rapid test untuk PPDP guna memastikan kesehatan PPDP selama menjalankan proses coklit,” ungkap Bahrul Amiq, wakil ketua PD Pemuda Muhammadiyah Surabaya.

Per 18 Juli 2020, proses coklit telah dimulai dengan ketentuan protokol kesehatan PPDP melakukan coklit door-to-door. Kegiatan secara door-to-door tersebut membutuhkan proses yang mengharuskan PPDP terjun langsung ke masyarakat dari rumah ke rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Bahrul Amiq yang di PD Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surabaya membidangi hikmah dan kebijakan publik menganggap bahwa proses coklit yang melibatkan pertemuan fisik dari rumah ke rumah tersebut akan membahayakan keamanan PPDP dan masyarakat secara umum. “Ya, realistis saja, Surabaya ini kan masih zona merah. Tentu kita harus sama-sama menjaga kesehatan diri dengan mengurangi pertemuan-pertemuan secara fisik, apalagi door-to-door. Kita tidak berprasangka buruk, tetapi kita harus mengambil langkah antisipasi,” ujar sekretaris LHKP PDM Surabaya tersebut.

PD Pemuda Muhammadiyah Surabaya berpandangan bahwa tidak perlu dipaksakan pilkada jika Surabaya belum aman. Selain itu, PDPM berpendapat agar pemkot berfokus menurunkan kurva persebaran Covid-19 di Surabaya. “Jika pilkada diundur, pemkot akan bisa fokus untuk menurunkan kurva persebaran covid-19 di Surabaya. Agar tidak ada agenda politik terselubung dalam proses tersebut,” kata Cak Amiq.

“Intinya, kami meminta Pilkada Surabaya diundur agar pilkada di Surabaya berjalan khidmat. Jangan dipaksakan begini. Saya rasa KPU juga tidak berani menjamin keamanan panitia maupun seluruh warga yang terlibat dalam pilkada,” imbuh Bahrul Amiq.

PD Pemuda Muhammadiyah pun akan bertindak tegas kepada KPU jika ngeyel pilkada tetap dilaksanakan 9 Desember mendatang. “Kami PDPM tidak main-main. Jika KPU ngeyel, kami akan tindak tegas. Ini peringatan,” tegasnya. (achmad san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here