Pemuda Muhammadiyah Surabaya Siap Gelar Panggung Terbuka untuk Kaji Pilkada di Tengah Pandemi

0
1451
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya Bahrul Amiq.

KLIKMU.CO – Momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Surabaya, tampaknya, melewati masa yang cukup sulit karena adanya pandemi Covid-19. Karena itu, beberapa proses persiapan pilkada sempat tertunda karena dibutuhkannya penyesuaian kondisi secara menyeluruh.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya Bahrul Amiq beranggapan bahwa pandemi Covid-19 menjadi sebuah alasan yang cukup rasional jika pilkada harus diundur. “Pandemi Covid-19 yang belum kunjung membaik ini tampaknya harus ada kebijakan tertentu untuk mengundur pilkada Surabaya. Saya kira tidak ada alasan untuk tidak mengundur pilkada,” kata Cak Amiq, sapaan akrabnya, kemarin (1/7/2020).

Persiapan pilkada saat ini sudah masuk tahap verifikasi faktual calon independen. Proses pendataan di tingkat kecamatan dan kelurahan pun masih berlangsung meskipun di tengah pandemi. “Ini yang mengusik jiwa kemanusiaan saya. Di tengah pandemi seperti ini, mengapa proses pilkada seolah-olah dipaksakan untuk terus berlangsung. Kita ketahui hari ini masuk tahapan verfak. Menurut saya ini terlalu dipaksakan. Jelas-jelas Surabaya zona hitam, mengapa proses pilkada terus berjalan?” ungkap Amiq yang juga mantan ketua IMM Surabaya.

Menurut dia, kasus Covid-19 di Surabaya merupakan tingkat kasus yang tertinggi di Jawa Timur sehingga Surabaya mencapai zona hitam. “Sekali lagi saya katakan bahwa pilkada Surabaya harus diundur, karena kita sama-sama tahu bahwa kondisi Surabaya sangat parah dalam hal kasus Covid-19. Jangan karena pilkada kemudian pandemi di Surabaya tidak kunjung selesai. Esensi pilkada adalah membuat suatu kota menjadi lebih baik, bukan semakin buruk. Maka saya bertanya, jika pilkada Surabaya dipaksakan terus terlaksana Desember mendatang, siapa yang akan bertanggungjawab atas peningkatan kasis Covid-19 di Surabaya?” tegas Amiq.

Pemuda Muhammadiyah Surabaya mewanti-wanti kepada KPU Surabaya agar dilakukan kajian mendalam dengan stakeholder terkait untuk mempertimbangkan agar penundaan pilkada Surabaya. “Jika KPU merasa tidak sempat mengadakan kajian tersebut, Pemuda Muhammadiyah siap mengkajinya di panggung terbuka. Akan kami kerahkan masa aksi kami untuk mengkaji hal tersebut,” tutur Amiq. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here