Pemuda Muhammadiyah untuk Indonesia

0
801
Ekspedisi Kebangsaan: Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum PPPM menjajal salah scooter yang digunakan Ekspedisi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke. (Foto: Spesial)

KLIKMU.CO

Oleh Bobi Puji Purwanto, S.Pd.*)

Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang eksistensinya di Indonesia semakin berkembang pesat. Lahir di Daerah Istimewah Yogyakarta pada tahun 1912 bersama pemimpin sang Pahlawan Nasional KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah semakin kokoh dengan karya-karyanya sampai saat ini berusia lebih dari 10 dekade. Muhammadiyah sangat intensif mempersembahkan sentuhan-sentuhan konstruktif bagi agama, bangsa dan negara. Nafas positif untuk sesama tak menurun, justru meningkat setiap detiknya.

Muhammadiyah dalam implementasi dakwahnya, juga memberikan tempat bagi para pemuda khususnya untuk belajar tentang management pengembangan diri dalam berkehidupan. Sebut Pemuda Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah adalah wahana di mana banyak para pemuda khususnya ditempah, digembleng agar supaya mempunyai optimisme untuk belajar. Belajar tentang spritualitas, sosial, pendidikan dan seterusnya. Mengobarkan jiwa bangkit untuk tanah air Indonesia hebat. MasyaAllah.

Di Pemuda Muhammadiyah, pemuda juga diberikan ilmu pengetahuan tentang segera bangun dari tempat tidur dan segera bertindak. Tidak boleh bermalas-malasan. Berjalan menuju tempat kerja dengan disiplin, menebar senyum, dan saling memberikan kenyamanan bagi sesama manusia yang dijumpainya. Membentuk pemuda yang cara berpikirnya visioner serta misioner. Pemuda yang tenang dalam menghadapi setiap masalah (problem solving). Dan menumbuhkan prinsip bahwa perubahan harus dimulai dari diri pribadi terlebih dahulu.

Salah satu kalimat tokoh Muhammadiyah yang saya ingat adalah Prof. Dr. Din Syamsudin, MA. Beliau pernah berkata, “pemuda tentu harus praksis dalam mencapai keberhasilan”. Artinya, praksis kata beliau adalah keselarasan antara teori dan praktik. Pemuda harus suka membaca dan hasil dari bacaan tersebut berusaha segera diterapkan. Pemuda harus balance. Pemuda tidak boleh mencela sesuatu yang sebetulnya itu adalah bekal keberhasilannya. Praktik saja tanpa perencanaan akan terasa ‘kecut’. Perencanaan tanpa praktik akan terasa ‘sebah’. Begitulah tafsir saya dari kalimatnya Pak Din Syamsudin dalam kajian ramadhan tahun lalu di Malang Jawa Timur.

Kemudian dikatakan juga pada saat Bung Karno berorasi, bahwa “beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Kalimat poluler yang sering kita baca dan dengar. Betapa berharganya seorang pemuda. Betapa tangkasnya seorang pemuda. Dan betapa berpengaruhnya seorang pemuda. Banyak instansi bisnis, pendidikan, sosial, dan seterusnya mengalami kemajuan pesat salah satunya karena peran pemuda. Pemuda menjadi kekuatan penting dalam berorganisasi. Pemuda is the best.

Oleh sebab itu, di Pemuda Muhammadiyah, mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Mencari ilmu pengetahuan, menambah network, dan bersedekah sebanyak-banyaknya. Dari Pemuda Muhammadiyah, kita kibarkan bendera merah putih setinggi-tingginya dan seluas-luasnya. Dari Pemuda Muhammadiyah, kita bangun cara berpikir kritis, inovatif, dan bermanfaat untuk semua manusia. Dari Pemuda Muhammadiyah, Indonesia akan menjadi negara yang adil, nyaman, dan sejahtera. Kita berdo’a dan berusaha.

InsyaAllah, Allah akan mengijabah do’a dan melindungi setiap langkah kita dalam berjuang di Pemuda Muhammadiyah. Aamiin.

*) Ketua Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Wonokromo Surabaya Jatim

Bobi Puji Purwanto, S.Pd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here