Pemuda Wonokromo Harus Bergerak Out of The Box

0
178
Khidmat: Pemuda Muhammadiyah Wonokromo saat mengadakan diskusi bersama Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I. (Wapemred KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – “Mari kita mencontoh Kyai Dahlan, selain mampu memaksimalkan modal ekonomi juga memaksimalkan modal sosial,” kata Fery Yudi Antonis Ketua Majelis Pelayanan Sosial PDM Kota Surabaya dalam mengawali diskusi bersama pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC PM) Wonokromo.

Menurutnya, selain materi digunakan untuk berdakwah, modal relasi atau sosial juga penting dimiliki. Diskusi bertajuk “Pemuda dan Gerakan Sosial” digelar oleh bidang Sosial dan kemasyarakatan PC PM Wonokromo untuk memberikan suntikan filantropi, sekaligus merancang pola baru gerakan nyata PC PM Wonokromo dalam menyikapi persoalan di era milenial yang semakin kompleks.

Dalam penyampaiannya, Fery yang juga anggota PW PM Jawa Timur ini berkisah tentang perjuangannya dalam mendirikan panti bayi, yang di kala itu masih belum besar seperti sekarang.

“Gerakan sosial Muhammadiyah yang kongkrit salah satunya yakni dengan berdirinya panti bayi yang terletak di daerah Medokan Rungkut sana,” ujar Fery.

“Tidak hanya melulu diskusi, harus ada aksi nyata dan baru dari sini. Contoh lain, dalam sepak bola misalnya, ada yang berposisi sebagai playmaker, penyerang, keeper dan bek, saling melengkapi satu sama lain, biar massif pergerakannya”, imbuhnya sembari mulai mengambil beberapa biji kacang dan diletakkannya di atas lantai.

Dia menilai, saat ini gerakan pemuda Muhammadiyah, khususnya di Surabaya, tak se-Bonek dulu, cenderung monoton, apa mau menjadi organisasi yang stagnan? Harus out of the box lah, ingat, out of the box.

Alumni Fakultas Agama Islam UMSby itu cara menyampaiannya diambil dari fenomena keseharian. Dengan demikian peserta diajak melihat realitas sosial di sekitar.

Sebuah pertanyaan dari salah seorang peserta diskusi. Begini pertanyaannya, Mayoritas kita kerja, sebagian juga masih kuliah, kira-kira pola baru seperti apa yang perlu dan mampu kita rumuskan dalam strategi dakwah PCPM?

“Semua itu tergantung kemauan dan prosesnya. Seperti halnya kacang yang saya susun, masing-masing individu di sini semuanya harus berperan, jangan individu, apalagi ada yang berlagak menjadi bos. Toh semuanya juga memiliki kesibukan,” tukas Fery.

Selain itu, Fery juga mmenjelaskan, gerakan yang baik adalah gerakan yang nyata dan inovatif. PC PM Wonokromo, lanjutnya harus mampu membangun monumen gerakan baru, entah itu dalam ranah ekonomi, sosial, maupun politik. (Ahmad Muhammad Assyifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here