Pemulihan Pascagempa, Muhammadiyah Masih Siaga Dampingi 13 Desa di Sulawesi Barat

0
122
CNN Indonesia

KLIKMU.CO – Memasuki masa pemulihan setelah tanggap darurat berakhir di Sulawesi Barat pada 4 Februari 2021 lalu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu terus hadir mendampingi warga terdampak dengan menyiapkan berbagai program. Kini Muhammadiyah terus mematangkan rencana-rencana program lanjutan di Sulawesi Barat dengan dukungan Lazismu dan pihak eksternal.

“MDMC didukung oleh Lazismu akan meneruskan pendampingan terhadap penyintas gempa di Sulawesi Barat. Program-program yang kami siapkan yaitu pembangunan huntara, penerjunan KKN mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju dan pendampingan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat. Termasuk menjalankan program bersama NGO asal Swiss, Solidar Suisse,” katanya Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto dikutip dari lazismu.org, Senin (1/3/2021).

Dia menambahkan, untuk jangka menengah dan panjang, pihaknya juga akan terus mematangkan program pemulihan aset kesehatan milik PWM Sulawesi Barat. Rehabilitas dan optimalisasi fungsi Klinik Muhammadiyah Mamuju, kata dia, membutuhkan perhatian yang serius karena menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk melayani kesehatan warga.

Berikutnya, MDMC bekerja sama Solidar Suisse melaksanakan program Earthquake Response West Sulawesi (ERWES). Dony Halim Mutiasa, koordinator program ERWES dari MDMC, menyampaikan, setelah menetapkan kriteria daerah dampingan, dari banyak kawasan terdampak gempa di Sulawesi Barat, MDMC bersama Solidar Suisse memilih 13 desa dari 2 kecamatan di Majene sebagai daerah layanan pendampingan.

“Desa-desa tersebut adalah Maliaya, Bambangan, Kayuangin, Lamungang Batu, Lombang, Lombang Timur, Lombong, Lombong Timur, Malunda, Mekatta, Salutahongan di Kecamatan Malunda dan Kabiraan serta Sulai di Kecamatan Ulumanda,” katanya.

Menurut Dony, di 13 desa tersebut, ERWES akan berjalan selama dua bulan. “Program ini bertujuan menyediakan hunian darurat (hundar) yang layak bagi penyintas dan pendampingan kepada masyarakat desa terkait pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan dalam kondisi darurat bencana,” imbuhnya.

Dony menyebut program ERWES terdiri atas empat tahap, yaitu verifikasi data, distribusi barang, pendampingan pembuatan hundar, dan monitoring. “Dalam program ini akan dibagi shelter kit, hygine kit, dan Covid-19 kit masing-masing 1.250 unit serta ditambah dengan air bersih (galon). Sedangkan pembangunan selter saat ini sudah mencapai progres 30%, yaitu pemasangan kerangka dan terpal dalam proses distribusi,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here