Penanganan Pandemi Muhammadiyah Dipuji Gubernur Khofifah

0
124
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di Kajian Ramadhan. (Wildan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Dalam rangka menyucikan hati dan meningkatkan iman di bulan suci Ramadan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) dan UMM mengadakan Kajian Ramadhan. Agenda tersebut membahas mengenai sikap dan tindakan setelah pandemi berakhir. Kajian tersebut berlangsung pada Sabtu (17/04) melalui Zoom dan kanal Youtube UMM serta TVMu.

Tiga pemateri hadir dalam kajian ini. Ada Ketum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi, epidemiolog dr Pandu Riono, dan Sekum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga hadir membuka acara dan memberi sambutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menilai bahwa Muhammadiyah dan UMM telah banyak membantu dalam penanganan pandemi di Jawa Timur. Salah satunya dengan memberikan berbagai solusi  dalam pengembangan sistem penanganan Covid-19 di rumah sakit.

“Salah satu RS Muhammadiyah yang telah memberikan referensi dalam pelayanan bagi pasien Covid-19 ialah RS UMM. RS UMUM telah memberi contoh bagaimana pengadaan APD dengan melibatkan UMKM setempat,” jelas Khofifah.

Khofifah juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam menanggulangi pandemi melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). MCCC memberikan satu signifikansi peran yang luar biasa baik secara nasional maupun bagi wilayah Jawa Timur. “Muhammadiyah telah mengawal pandemi Covid-19 di negeri ini dengan cara yang preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif,” terangnya.

Peserta Kajian Ramdhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. (Wildan/Klikmu.co)

Menurut mantan Mensos itu, ada beberapa langkah yang perlu disiapkan pascapandemi. Pertama, persiapan percepatan disrupsi teknologi digital. “Jadikan momentum post Covid-19 sebagai pintu masuk transformasi digital,” katanya.

Kedua, perlu adanya peningkatan ketahanan kesehatan. Sebab, selama ini Covid-19 telah menunjukkan masih lemahnya sistem kesehatan, rujukan, dan sebagainya. Ketiga, memperhatikan aspek keamanan dalam segala kegiatan yang akan dilaksanakan. “Keempat, perlu adanya percepatan pemulihan ekonomi dengan memastikan bahwa transaksi aman dan tumbuh dengan baik,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here