PENATALAKSANAAN DM

0
5216

KLIKMU.CO – Setelah kita tahu tujuan pengobatan (penatalaksanaan) DM, diharapkan bisa memotivasi untuk memberikan hasil yang optimal. Ada 4 pilar penatalaksanaan DM dan ini butuh kerjasama yang harmonis antara klien (pasien), petugas medis (dokter, perawat, ahli gizi) dan keluarga pasien. Keempat pilar itu adalah:

1. Edukasi.
Pasien DM terutama yang DM tipe 2 salah satu faktor penyebabnya adalah pola gaya hidup dan perilaku yang tidak sehat. Untuk mengubahnya dibutuhkan edukasi yang terus-menerus
Tujuan perubahan perilaku adalah agar para diabetisi dapat menjalani pola hidup sehat. Perilaku yang diharapkan adalah:
a. Berpola makan sehat
b. Melakukan aktifitas fisik yang cukup
c. Meminum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter
d. Melakukan pemantauan glukosa darah mandiri
e. Melakukan perawatan kaki secara berkala
f. Memiliki kemampuan untuk mengenal dan menghadapi keadaan sakit akut dengan tepat
g. Mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada

2. Terapi Nutrisi Medis
Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing masing individu. Yang perlu ditekankan adalah keteraturan makan dalam hal JADWAL, JENIS, dan JUMLAH makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin.

Secara sederhana bagi piring menjadi 3 bagian seperti huruf Y, 1/3 diisi nasi atau penggantinya, 1/3 diisi sayur sayuran, dan 1/3 diisi lauk. Untuk jadwal makanan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita.

3. Aktivitas Fisik
Aktifitas fisik yang berupa kegiatan sehari hari seperti berjalan kaki ke pasar, naik turun tangga, bersih bersih rumah, berkebun harus selalu dilakukan.
Lakukan juga latihan jasmani secara teratur (4-5 kali/per pekan selama 30 menit) untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah.

Sedangkan, latihan jasmani yang dianjurkan adalah:
a. Jalan kaki
b. Sepeda santai
c. Jogging
d. Berenang

Hindari kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalas malasan, misal: menonton televisi, main game komputer, dan aktivitas serupa lainnya.

4. Terapi Farmakologis (obat-obatan)
Terapi farmakologis yang diberikan bersama dengan pengaturan makan dan gaya hidup sehat. Terapi farmakologis terdiri dari obat oral (diminum) dan berupa suntikan (insulin).

Bagaimana mencegahnya?
Mencegah lebih baik daripada kita sudah jatuh sakit, kan? Ada 2 faktor resiko yang harus kita ketahui, yaitu:
1. Faktor resiko yang tidak bisa dimodifikasi:
a. Genetik. Kita tentu tidak bisa memilih dari bangsa mana dan ortu kita, bukan?
b. Umur. Resiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dng meningkatnya usia. Maka, lakukan pemeriksaan gula darah jika usia anda > 45 tahun.
c. Bayi dng BB lahir > 4000 gram atau yang BB lahir < 2500 gr.

2. Faktor resiko yang bisa dimodifikasi:
a. Berat badan lebih (BMI> 23kg/m2)
b. Kurangnya aktivitas fisik
c. Merokok
d. Diet tak sehat. Makan dengan tinggi gula (karbohidrat) dan rendah serat akan meningkatkan resiko prediabetes dan DM tipe-2 .
d. Stres
Nah, untuk mencegah agar tidak terkena diabetes, maka kita harus bisa memodifikasi faktor resiko tersebut, yaitu dengan berperilaku hidup sehat ala Rasulullah SAW panutan kita.

Apakah bisa sembuh drari diabetes?
Untuk diabetes tipe 2 insyaAllah bisa “sembuh” jika menerap 4 pilar penatalaksanaan tersebut, termasuk manajemen stres. Kadar gula darah bisa optimal antara 70 mg/dl – 125 mg/dl sehingga bisa meminimalkan komplikasi dan bisa tanpa obat anti-diabetes.
Mari kita berdamai dng diabetes, hidup sehat gembira dengan diabetes.

dr. Hj. Mar’ah Lailatus Solicha Anggota MPKU PDM Kota Surabaya dan Penanggungjawab Klinik Muhammadiyah Al-Azhar Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here