Pendongeng Inspiratif Kunjungi SMPM 11: Kami Ingin Dakwah dengan Cara yang Berbeda

0
350
Yudi Agus Prianto SPd saat mendongeng di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. (Fikri/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Yayasan Yatim Mandiri memiliki program safari dongeng. Kunjungan kali ini bertempat di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (13/2) tersebut dimulai pukul 11.00. Para siswa berkumpul di musala sekolah ketika acara berlangsung.

Yudi Agus Prianto SPd menjadi pendongeng pada kesempatan itu. Pada awalnya, pria kelahiran Malang tersebut melatih kefokusan para siswa. Setelah itu, Yudi menasihati para siswa supaya tidak berbuat dosa. Alumnus Universitas Kanjuruhan itu menganalogikan dosa dengan air yang tercelup teh.

Setelah itu, lelaki kelahiran 14 Agustus 1979 itu memaparkan beberapa hal yang harus dilakukan sebagai siswa. Di antaranya adalah bertaubat usai berbuat dosa, shalat lima waktu, rajin mengaji, patuh kepada orang tua dan guru, suka menolong, rajin bersedekah, dan optimistis

Acara inti pun tiba. Kak Yudi, sapaan akrab pendongeng, memulai kisahnya. Cerita tersebut mengisahkan kehidupan suatu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, Ahmad, dan Ismail. Keluarga tersebut sangat harmonis dan taat kepada Allah.

Suatu hari ayah Ahmad mendapat tugas ke medan perang membela negara. Dengan perasaan haru, ibu dan kedua anaknya melepas kepergiannya. Tiga bulan kemudian, para tentara telah pulang. Namun, ayah Ahmad dan Ismail belum tampak. Setelah ditunggu beberapa jam, dari kejauhan ayah yang sangat disayang itu pun tiba. Semua tampak haru dan bahagia.

Usai mendongeng, Yudi memaparkan amanat cerita tersebut. Tak lama kemudian, boneka yang dibawanya dikeluarkan. Boneka itu bernama Sholeh. Yudi dan Sholeh tampak sangat menghibur bagi para siswa. Nilai-nilai keislaman juga disisipkan ketika Yudi dan Sholeh berbicara. Setelah itu, para siswa berdoa bersama untuk orang tua dipandu Yudi.

Dalam sesi wawancara usai Yudi mendongeng, ada tujuan khusus diadakannya acara ini. “Kami ingin berdakwah dengan cara yang berbeda dan bisa dipahami oleh para siswa karena dakwah seperti ini dekat dengan dunia mereka dan tampak konkret seperti di pertunjukan teh celup tadi,” ujarnya.

Kepala SMPM 11 Arief Himawan SPdI juga mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak program safari dongeng ini. Melalui media dakwah tersebut, pembinaan moral para siswa bisa berlangsung menarik dan mendidik,” jelasnya. (Fikri Fachrudin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here