Peneliti Senior LIPI: Pemerintah Tiongkok Harus Terbuka Terkait Kasus Muslim Uighur

0
485
Muslim Uighur di Tiongkok. (RMOL)

KLIKMU.CO – Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Najib Burhani PhD juga menyampaikan rekomendasi sikap atas pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur di Xianjing, Tiongkok.

Memang, beberapa hari terakhir intens tuduhan kepada ormas Islam Indonesia, seperti Muhammadiyah, NU, dan MUI, yang dianggap sudah dilobi-lobi dan disuap oleh Tiongkok agar diam atas muslim Uighur di Tiongkok. Tiga ormas itu pun sudah menyampaikan bantahan yang serius, bahkan Muhammadiyah sampai mengeluarkan pernyataan pers. Mereka menganggap ini adalah permainan politik Amerika versus Tiongkok.

Secara pribadi, Najib Burhani yang juga anggota PP Muhammadiyah merekomendasikan lima hal terkait isu Uighur. Pertama, pemerintah Tiongkok harus terbuka terkait kasus ini dan membolehkan wartawan serta peneliti asing untuk mengakses dan meneliti persoalan Uighur.

“Kedua, memperkenankan aktivis HAM untuk datang ke “kamp” itu dan melakukan observasi serta penilaian secara bebas,” lanjutnya Ahad (15/12).

Najib juga berpesan kepada beberapa pihak yang melakukan politisasi terhadap isu ini agar berhenti dengan tindakan kejinya. Keempat, lanjutnya, kepada mereka yang menggunakan isu Uighur untuk menyulut kebencian kepada etnis Tionghoa di Indonesia, itu adalah tindakan jahat dan memecahbelah kesatuan bangsa.

“Kelima, solidaritas kepada mereka yang tertindas semestinya tidak memandang agama dan mereka yang mengangkat isu ini juga peduli terhadap mereka yang tertindas di tanah air,” tuturnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here