Pengajian Online PCIM Malaysia: Ustadz Ziyad Beri Tips Bagaimana Tingkatkan Spiritualitas Selama Masa PKP

0
360
Pengajian online yang digelar Majelis Tabligh dan Dakwah PCIM Malaysia. (Ali Imran/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pemberlakuan perintah kawalan pergerakan (PKP) oleh Pemerintah Malaysia yang sudah berjalan lima minggu tidak menyurutkan gerak PCIM Malaysia untuk menyelenggarakan pengajian.

Selasa malam (14/4) Majelis Tabligh dan Dakwah PCIM Malaysia menginisiasi pengajian online dengan menghadirkan narasumber dari Indonesia, Ustadz Dr. H. Muhammad Ziyad, MA. Acara ini dipandu oleh Wakil Ketua PCIM Malaysia Muhammad Ali Imran, Lc.

Pengajian online yang mengangkat tema “Meningkatkan Spiritualitas di Masa Kawalan Pergerakan” itu dihadiri oleh lebih dari tujuh puluh peserta. Program ini disambut antusiasme tinggi tidak hanya dari warga PCIM Malaysia, tetapi juga dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Lamongan, Ponorogo, Bireun Aceh, Kalimantan, dan lain-lain. Bahkan turut diramaikan oleh anggota PCIM Jepang dan Turki.

Dalam tausiahnya, Ustadz Ziyad mengingatkan bahwa dalam kehidupan, tiap orang pasti akan diberi ujian oleh Allah SWT. “Dalam konteks saat ini, kita menghadapi ujian al-khauf (takut) oleh virus Covid-19 dan al-ju’ (rasa lapar) karena tidak dapat keluar rumah untuk bekerja mencari rezeki,” katanya.

Menurut Ustadz Ziyad, Allah sedang memberi kesempatan untuk “cuci gudang” berupa tazkiyatun nafs, yaitu memperbaiki diri dan bermuhasabah. “Kita ini makhluk sosial, namun harus melakukan ‘social distancing’. Ini tentu ujian yang luar biasa. Saya paham bahwa kawalan pergerakan ini sangat menyulitkan hidup warga di Malaysia,” imbuhnya.

Maka, ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah itu menjelaskan kiat jitu untuk menghadapi ujian ini. “Yang utama adalah manajemen kalbu. Ketika sesuatu yang kita cintai hilang, pasti kita akan bersedih. Kesedihan muncul ketika hati jauh dari pemiliknya. Siapa pemilik hati? Allah SWT,” jelasnya.

Ustadz yang selalu mengudara di salah satu program keagamaan televisi swasta ini menerangkan bahwa rasa stres muncul karena hati kotor sehingga tidak mampu menerima cahaya. “Jika hati kita baik, seluruh badan kita akan membaik. Sebaliknya, jika hati kita buruk, seluruh badan akan memburuk,” terangnya.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu memberikan beberapa tips untuk meningkatkan spiritualitas selama masa kawalan pergerakan.

Pertama, meningkatkan kesabaran yang tinggi, berlapang dada seraya melakukan ikhtiar maksimal. “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Artinya, yang menang itu adalah orang yang sabar,” jelasnya.

Kedua, meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. “Shalat berjamaah di rumah dalam kondisi seperti ini adalah ibarat memindahkan satu sunah ke sunah yang lain,” katanya. Ustadz Ziyad lalu mengaitkannya dengan kisah Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Selanjutnya atau ketiga, memperbanyak zikir dan menguatkan jiwa yang ikhlas. “Semua orang dapat diperdaya oleh setan, kecuali orang-orang yang ikhlas,” ujarnya.

Tips seterusnya atau keempat, alumnus Pondok Karangasem Paciran ini menyarankan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an. “Salah satu fungsi Al-Qur’an adalah asy-syifa’ (kesembuhan),” terangnya.

Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah bertawakal, yaitu menyerahkan diri kepada Allah SWT. “Tidak ada sesuatu pun yang terjadi kecuali dengan ketetapan Allah SWT,” jelas Ziyad menutup tausiahnya. (Ali Imran/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here